JAKARTA - Ketika 29 ahli hak asasi manusia dari 25 negara berkumpul di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 6-9 November 2006, mereka mungkin tidak menyangka bahwa hasil pertemuan tersebut akan melahirkan salah satu dokumen paling berpengaruh dalam sejarah hak asasi manusia modern. Pertemuan itu menghasilkan Prinsip-Prinsip Yogyakarta yang kemudian menginspirasi lahirnya istilah SOGIESC. SOGIESC adalah sebuah kerangka pemahaman baru tentang keberagaman manusia yang kini mulai menggantikan akronim LGBTQ+ dalam konteks hak asasi manusia internasional.