Usulan program wakaf hutan menjadi perbincangan hangat di media sosial menyusul bencana banjir bandang yang melanda Sumatra. Wacana ini mencuat setelah sejumlah warganet mengusulkan agar organisasi keagamaan membeli lahan hutan untuk investasi ekologis guna mencegah bencana serupa terulang. Salah satu akun Twitter dengan nama pengguna @biangkerok membuat cuitan yang menarik perhatian publik. Akun tersebut mengusulkan Muhammadiyah membuat program wakaf hutan dengan konsep membeli lahan hutan lalu membiarkannya tetap alami sebagai bentuk investasi ekologis jangka panjang. "Usul @muhammadiyah bikin program wakaf hutan, beli hutan lalu didiemin aja, untuk investasi ekologis," tulis akun tersebut. Usulan serupa bergema di berbagai platform media sosial seiring meningkatnya keprihatinan publik terhadap kerusakan hutan. BNPB mencatat korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatra telah mencapai 604 orang per 1 Desember 2025. Lebih dari 1,5 juta jiwa terdampak bencana yang dipicu kombinasi cuaca ekstrem dan degradasi ekosistem hutan.