SUKOHARJO - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) untuk periode 2023/2024, Asih Purnama Sari, mahasiwa Program Studi (Prodi) Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip mengadakan program kerja pengenalan dan pemanfaatan galon bekas air mineral sebagai wadah budidaya ikan lele di Balai Pertemuan di Dukuh Kenteng, Desa Paluhombo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (28/7/2024). Galon bekas air mineral yang umumnya dianggap sebagai limbah dapat diubah menjadi wadah untuk budidaya ikan lele. Proses pemanfaatan galon ini merupakan salah satu program kerja dari Tim KKN dan bertujuan untuk menunjukkan bagaimana bahan yang sering dibuang bisa digunakan kembali untuk mendukung usaha budidaya ikan. Selama demonstrasi, peserta diperlihatkan langkah-langkah bagaimana galon bekas dapat diubah menjadi wadah yang berguna untuk ikan lele. Langkah-langkah tersebut meliputi memasukkan air kedalam galon air mineral yang telah dipotong atasnya, kemudian memasukkan ikan lele. Setelah lele dimasukkan ke dalam galon, ceting yang berisi arang serta kangkung kemudian diletakkan ke atas galon sehingga menutup bagian atas galon. Selama demonstrasi, anggota Kelompok Wanita Tani tampak sangat antusias. Mereka aktif bertanya tentang berbagai aspek teknis dari proses pembuatan wadah tersebut, serta bagaimana perawatan ikan lele di dalamnya. Asih menjelaskan tentang pentingnya menjaga kualitas air dan memberi makan ikan secara teratur. "Airnya dapat diganti pada saat sudah keruh dan beraroma tidak sedap dan pemberian pakan dilakukan perlahan-lahan sampai ikan tidak mau makan lagi " tutur Asih. Sesi berikutnya melibatkan praktik langsung di mana peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencoba membuat wadah ikan lele dari galon bekas. Dengan bimbingan dari tim KKN, peserta berhasil menyelesaikan pembuatan beberapa wadah dan memasukkan bibit ikan lele ke dalam wadah yang telah disiapkan. Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Seperti yang disampaikan oleh Purwaningsih, "Mengapa ikan diberi pakan sedikit demi sedikit, Mba?" Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Asih, "Tujuan pemberian pakan sedikit demi sedikit ialah untuk mengurangi sisa pakan yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas air." Para peserta tampak puas dan bersemangat untuk menerapkan teknik yang telah dipelajari di rumah mereka sendiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman baru mengenai budidaya ikan lele dan pemanfaatan barang bekas. Inisiatif ini tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai teknik budidaya yang ramah lingkungan tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha budidaya ikan.