NETRALNEWS.COM - Ada masa ketika perjalanan pulang kampung bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ia menjadi perjalanan menuju halaman masa kecil, tempat tawa, keluarga, laut, dan suasana Lebaran bercampur menjadi satu kenangan yang sulit hilang. Ampana pada masa itu hadir sebagai ruang bermain yang sederhana, tetapi terasa begitu luas dalam ingatan. Sekitar tahun 1996-2000an, setiap pulang kampung ke Ampana, kami sekeluarga mengejar Indah dan jernihnya lautan di Ampana.. Rumah sederhana ini adalah rumah keluarga, Sepupu dari Nenek kami tepatnya, rumah yang menyimpan banyak kenangan.. Rumah sederhana berlantaikan kayu, atapnya seperti atap rumah khas pejabat Belanda di masa lalu, namun sejuk.. Pernah Saudara dari Nenek kami, sering kami panggil Opa dari Jakarta, karena memang kerja di Jakarta dan berumah tangga di Jakarta, Saya sendiri baru sekali mengunjungi rumah Beliau di Jakarta Utara.. Opa dari Jakarta mengajak kami mandi di laut Ampana, tepatnya di dekat Rumah sederhana di Jl.Yos Sudarso Ampana Kota (Sekarang sudah menjadi Taman Kota yang penuh dengan UMKM), Opa Jakarta mengerjai kami yang masih kecil-kecil untuk menyelam, padahal kami takut untuk menyelam! Awalnya tertawa-tawa karena senang mandi di laut jernih, angin sepoi-sepoi dari pantai begitu mengalun indah menyentuh kulit.. Akhirnya menangis karena dipaksa menyelam oleh Opa dari Jakarta, mulut, hidung, dan mata kemasukan air laut yang membuat anak-anak kecil menangis, tetapi tetap menyenangkan.. Kelak di tahun 2011, saat saya pergi ke Jakarta mengikuti kegiatan Kepemimpinan, saya sempatkan diri untuk mampir ke rumah Opa Jakarta meski Beliau saat itu sudah meninggal dunia.. Mandi laut di Ampana begitu merindukan, menyenangkan, dan penuh kenangan indah.. Bahkan Rumah sederhana di Jl.Yos Sudarso Ampana Kota di pinggir pantai ini, tempat favorit kami bermain kembang api sewaktu masih kecil.. Vibes Idul Fitri begitu terasa ketika mengingat kembali Malam Takbiran, pasang lilin di pagar, dan bermain kembang api, Rumah sederhana yang begitu menghangatkan di Ampana Kota.. Setiap sudut rumah, suara angin, aroma laut, hingga riuh anak-anak menjadi bagian dari cerita keluarga. Kenangan semacam ini mungkin terlihat biasa bagi orang lain, tetapi bagi yang menjalaninya, semuanya memiliki arti yang tidak tergantikan. Waktu boleh berjalan dan wajah kota boleh berubah, namun ingatan tentang masa kecil tetap mempunyai cara sendiri untuk pulang. Kini, ketika mengingat kembali masa itu, yang terasa bukan hanya rindu kepada tempat, melainkan juga rindu kepada orang-orang yang pernah hadir di dalamnya. Rumah sederhana tersebut seakan menjadi pintu menuju masa lalu, mengingatkan bahwa kebahagiaan masa kecil sering lahir dari hal-hal yang sangat sederhana. Dan mungkin, itulah alasan kenangan lama selalu terasa hangat ketika dikenang kembali.