MALANG – Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ekonomi Pembangunan (EKP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang (UM), menggelar sosialisasi Program Universitas Membangun Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026 di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, pada 15 Juni 2026 silam. Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkenalkan program kerja sekaligus membangun kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat sebelum pelaksanaan pengabdian dimulai. Sosialisasi ini dihadiri oleh perangkat Desa Sumberejo, Kelompok Masyarakat Gundul Joyo, kelompok tani, Karang Taruna, PKK, BUMDes, para tokoh masyarakat, dan penduduk setempat. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang berpartisipasi aktif dalam pemaparan program dan sesi diskusi. Dalam acara tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat EKP FEB UM memperkenalkan tiga program utama yang akan dilaksanakan selama UM BBM 2026, yaitu Sekolah Hutan, Agroforestri Gunung Gede, dan Independent Water Supply (IWS). Ketiga program ini saling berkaitan dan dirancang untuk mendukung rehabilitasi wilayah Gunung Gede sekaligus meningkatkan kapabilitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Program Sekolah Hutan bertujuan memberikan pembelajaran tentang pengelolaan hutan berbasis agroforestri. Materi yang dibagikan mencakup pembibitan, penanaman, perawatan tanaman, hingga pengelolaan hasil agroforestri, sebagai bekal bagi masyarakat sebelum rehabilitasi lahan dilakukan. Program Agroforestri Gunung Gede berfokus pada tahap awal rehabilitasi area melalui aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan, guna mempersiapkan area tanam agar siap untuk tahap pengembangan agroforestri secara bertahap. Sementara itu, Program Independent Water Supply (IWS) ditujukan untuk mendukung suplai air di kawasan Gunung Gede melalui pembangunan sistem distribusi air berbasis pipa. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan penyiraman bibit dan tanaman dalam proses rehabilitasi lahan. Selain pemaparan program, kegiatan ini juga mencakup sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat memberikan berbagai masukan mengenai kondisi wilayah Gunung Gede, potensi pengembangannya, serta harapan mereka terhadap keberlanjutan program yang akan dilaksanakan. Salah satu warga Desa Sumberejo, Isidanto, mengungkapkan bahwa program ini bermanfaat bagi masyarakat. "Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan wawasan dan solusi terkait pengelolaan lingkungan serta pengembangan potensi desa. Kami berharap dapat ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan," ungkap Isidanto. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim Pengabdian Masyarakat EKP FEB UM, Magistyo Purboyo Priambodo, menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan tahap penting untuk menyelaraskan pemahaman antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sebelum semua program dimulai. "Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat mengerti maksud dari setiap program dan terlibat secara aktif dalam pelaksanaannya. Kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan rehabilitasi wilayah Gunung Gede serta pengembangan agroforestri yang berkelanjutan," ujar Magistyo. Dengan terlaksananya sosialisasi ini, Tim Pengabdian Masyarakat EKP FEB UM berharap Program UM BBM 2026 dapat berjalan kolaboratif dan efektif. Dukungan serta semangat masyarakat Desa Sumberejo diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan rehabilitasi wilayah Gunung Gede yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.