GARUT, NETRALNEWS.COM – Suasana belajar yang berbeda tampak di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Hidayah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Senin (3/8/2026). Melalui permainan edukatif Ular Tangga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tim dosen dan mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan PSDKU Garut, Fakultas Keperawatan Universitas Bhakti Kencana (UBK), mengajak siswa kelas I belajar pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Pendekatan belajar sambil bermain tersebut berhasil meningkatkan tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai PHBS dari 80 persen menjadi 97 persen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Kepala MI Miftahul Hidayah, Endang Endong, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Bhakti Kencana atas terselenggaranya program edukasi kesehatan yang dinilai mampu menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada peserta didik sejak usia dini. Ketua tim pengabdian masyarakat, Ns. Iman Nurjaman, M.Kep, mengatakan bahwa pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat perlu dimulai sejak anak berada di bangku sekolah dasar. Menurutnya, metode pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu cara efektif agar materi kesehatan lebih mudah dipahami sekaligus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kami ingin anak-anak belajar sambil bermain. Ketika mereka menikmati proses pembelajaran, pesan-pesan kesehatan akan lebih mudah diingat dan diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah," ujarnya. Sebelum penyampaian materi, seluruh siswa kelas I mengikuti pre-test yang terdiri atas 10 pertanyaan untuk mengukur pengetahuan awal mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Proses pengisian kuesioner didampingi oleh dosen dan mahasiswa sehingga setiap peserta dapat memahami pertanyaan dengan baik. Materi edukasi kemudian disampaikan oleh Ns. Depi Rismayanti, M.Kep. Dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa dikenalkan pada pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan tubuh, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi makanan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Suasana semakin hidup ketika kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif Ular Tangga PHBS yang dipandu oleh Ns. Iman Nurjaman, M.Kep. Sebanyak enam kelompok siswa berpartisipasi dalam permainan yang menggabungkan unsur belajar dan bermain. Setiap langkah permainan berisi pertanyaan maupun tantangan seputar PHBS sehingga peserta diajak berpikir, berdiskusi, dan menjawab materi yang telah dipelajari sebelumnya. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, saling berdiskusi dengan teman sekelompok, dan menunjukkan semangat mengikuti permainan hingga selesai. Metode belajar interaktif tersebut menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan sekaligus mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam memahami materi kesehatan. Sebagai bentuk evaluasi, tim pengabdian kembali memberikan post-test kepada seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai PHBS, dari 80 persen sebelum edukasi menjadi 97 persen setelah kegiatan berlangsung. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan belajar melalui permainan edukatif mampu meningkatkan efektivitas penyampaian materi kepada anak usia sekolah dasar. Di penghujung acara, panitia memberikan doorprize kepada tiga peserta dengan hasil terbaik sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi mereka selama mengikuti kegiatan. Penghargaan diberikan kepada Juara Terbaik I, Terbaik II, dan Terbaik III, yang disambut antusias oleh seluruh siswa. Kegiatan ini didukung oleh tim dosen Program Studi D3 Keperawatan PSDKU Garut, Fakultas Keperawatan Universitas Bhakti Kencana yang terdiri atas Ns. Iman Nurjaman, M.Kep sebagai ketua, bersama Santi Rinjani, S.Kep., Ners., M.Kep, Yusni Ainurrahmah, S.Kep., Ners., M.Si, Rany Yulianie, S.ST., M.Kes, dan Ns. Depi Rismayanti, M.Kep. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yaitu Triwanda Berliana Putri Meliansyah, Pransisca Putri Hastuti, Farhanudin, dan Mohammad Helmi Yusup, yang berperan sebagai fasilitator selama proses edukasi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Universitas Bhakti Kencana berharap media pembelajaran interaktif seperti Ular Tangga PHBS dapat menjadi salah satu alternatif edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Selain meningkatkan pengetahuan siswa, metode belajar sambil bermain juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah, keluarga, maupun lingkungan sekitar.