NGANJUK, NETRALNEWS.COM – Penguatan sektor pendidikan dasar dan anak usia dini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan generasi muda yang unggul dan adaptif di era digital. Menyadari pentingnya hal tersebut, mahasiswa UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Universitas Negeri Malang merancang program kerja "PENA CERDAS" (Penguatan Edukasi dan Pembelajaran Anak Desa) di Desa Tempelwetan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Program ini dilaksanakan secara terpadu di dua lembaga pendidikan desa, yaitu KB & TK Pertiwi Tempelwetan dan SDN Tempelwetan. Meskipun kedua sekolah telah memiliki sarana prasarana yang memadai, proses pembelajaran sebelumnya kerap menghadapi tantangan berupa pola penyampaian materi yang cenderung monoton, kurangnya pemanfaatan sarana teknologi secara maksimal, serta fluktuasi motivasi belajar siswa. Kehadiran mahasiswa UM BBM menjadi angin segar yang membawa beragam inovasi metode belajar yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan. -Ceria dan Kreatif di Usaha Anak Usia Dini (KB & TK Pertiwi Tempelwetan)- Di tingkat KB & TK Pertiwi Tempelwetan, pendampingan difokuskan pada optimalisasi alat permainan edukatif dan pengintegrasian perangkat teknologi kelas secara langsung ke dalam modul harian. Mahasiswa UM BBM merancang metode game-based learning yang aktif dan adaptif guna memicu daya tangkap anak-anak usia dini tanpa menimbulkan rasa bosan. Tak hanya itu, ruang perpustakaan sekolah yang sebelumnya pasif kini diaktivasi kembali menjadi pusat pengenalan literasi dini. Sesi membaca buku gambar bersama hingga dongeng interaktif rutin digelar untuk mengasah imajinasi, memperluas kosakata, serta menumbuhkan minat baca anak sejak dini. -Modernisasi Pembelajaran dan Apresiasi Karya di SDN Tempelwetan- Beralih ke tingkat Sekolah Dasar (SDN Tempelwetan), tim mahasiswa memanfaatkan ketersediaan televisi layar lebar di ruang-ruang kelas untuk menghadirkan media pembelajaran audio-visual yang dikemas menarik melalui animasi edukatif. Inovasi ini terbukti ampuh membangkitkan kembali semangat dan daya konsentrasi siswa selama sesi bimbingan belajar berlangsung. Untuk menyalurkan energi aktif para siswa secara positif, kegiatan olahraga terstruktur, seperti cabang olahraga voli serta program membaca harian berbasis perpustakaan turut digalakkan. Puncak dari pendampingan di Sekolah Dasar ini diwujudkan melalui kelas pelatihan kepenulisan puisi khusus bagi siswa kelas 6. Hasil karya puisi para siswa tersebut kemudian diajukan dan berhasil mendapatkan legalitas berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) / Hak Cipta. Langkah ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum atas karya anak desa, tetapi juga memacu rasa percaya diri dan kebanggaan akademik mereka. Sinergi program PENA CERDAS di KB & TK Pertiwi dan SDN Tempelwetan membuktikan bahwa dengan sentuhan kreativitas dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kualitas pendidikan di tingkat desa dapat terus ditingkatkan demi menyongsong masa depan anak-anak Nganjuk yang lebih cerah.