PURWOKERTO, NETRALNEWS.COM- Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Rahmah Aziza, berhasil meraih gelar Miss Hijab Jawa Tengah 2026, pada Grand Final yang berlangsung di TATV Solo, Minggu (2/8/2026). Gelar tersebut bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mengharumkan nama UIN Saizu Purwokerto, tempat ia menempuh pendidikan. Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) ini memandang kemenangan sebagai awal perjalanan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. "Tentunya ini bukan akhir, melainkan perjalanan awal saya untuk menjadi penebar manfaat bagi banyak orang. Mahkota ini saya persembahkan untuk kampus saya tercinta, UIN Saizu. Sebelum saya wisuda September nanti, ini adalah hadiah untuk UIN Saizu tercinta," ujar Rahmah, Senin (3/8/2026). Pernyataan tersebut mencerminkan rasa syukur sekaligus kecintaannya kepada kampus yang telah membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdiannya. Lahir di Banjarnegara pada 2 November 2004, Rahmah dikenal sebagai mahasiswa yang aktif di bidang akademik, organisasi, kepemimpinan, dan literasi. Selama kuliah di UIN Saizu, ia tidak hanya fokus menyelesaikan studi, tetapi juga aktif mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai organisasi dan kegiatan sosial. Rahmah pernah mengemban amanah sebagai Anggota Senat Mahasiswa FTIK, Duta Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ibrahim, hingga Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Cabang IMM Banyumas periode 2026–2027. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, administrasi, serta public speaking yang menjadi bekal penting saat mengikuti ajang Miss Hijab Jawa Tengah. "Menjadi mahasiswa bukan hanya belajar teori, tetapi juga belajar hadir untuk masyarakat," katanya. Di luar aktivitas organisasi, Rahmah memiliki kecintaan besar terhadap dunia literasi. Ia berkomitmen menulis sedikitnya satu artikel setiap bulan di blog pribadinya dan aktif menjadi penulis artikel ilmiah, moderator seminar, serta pemateri dalam berbagai forum akademik. Baginya, membaca dan menulis merupakan investasi untuk membangun peradaban. "Karena dengan membaca dan menulis, perempuan tidak akan kehilangan segalanya," tuturnya. Keunggulan Rahmah dalam kompetisi tidak hanya berasal dari kemampuan komunikasi dan penampilan, tetapi juga dari program advokasi Aksi Lentera (Literasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Perempuan) yang diusungnya. Program tersebut berfokus pada peningkatan literasi masyarakat, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan dan anak melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah Gelar Baca, hasil kolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara untuk meningkatkan budaya membaca di kalangan anak-anak. Rahmah juga menginisiasi gerakan digital #OneDayOneEducation, yaitu kampanye edukatif di media sosial yang membahas kepemimpinan, pendidikan, pengembangan diri, perempuan berdaya, dan nilai-nilai inspiratif. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat sehingga akses terhadap pendidikan dan literasi harus terus diperluas. "Saya ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu memberikan perubahan yang berkelanjutan," ujarnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara untuk memperluas implementasi Aksi Lentera. Semangat berprestasi Rahmah telah tumbuh sejak bangku Madrasah Aliyah. Pada 2021, ia berhasil meraih Medali Emas dan Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional Pendidikan Agama Islam (OSN PAI) Tingkat Nasional. Prestasi akademik tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai pencapaian di bidang kepemimpinan, organisasi, literasi, hingga ajang duta muslimah. Menjelang wisuda pada September 2026, Rahmah memilih mempersembahkan mahkota Miss Hijab Jawa Tengah 2026 kepada UIN Saizu Purwokerto sebagai bentuk terima kasih atas pendidikan, pengalaman organisasi, dan ruang pengembangan diri yang diberikan kampus. Ia berharap pencapaiannya mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan membawa manfaat bagi masyarakat. "Lentera adalah cahaya yang menuntun dengan kebaikan dan kebermanfaatan di tengah kegelapan. Menjadi cahaya yang menerangi lingkungan sekitar," ungkapnya. Rahmah juga mengajak perempuan untuk terus bermimpi, berkarya, dan menjadi agen perubahan. Keberhasilannya menjadi Miss Hijab Jawa Tengah 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Saizu tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi sosial, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.