JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membawa tas yang dapat digunakan kembali merupakan bentuk kepedulian yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut menjadi salah satu alasan digelarnya Workshop Kreasi Totebag Ramah Lingkungan bertema “Ekspresikan Diri, Selamatkan Bumi” di Taman Baca PEKA, Tangerang Selatan, pada 2 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pengabdian kepada Masyarakat HIMA PGSD yang dirancang tidak hanya untuk mengajak anak-anak berkreasi, tetapi juga mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan yang sederhana, edukatif, dan menyenangkan. Dalam workshop tersebut, anak-anak tidak hanya menjadi pendengar. Mereka diajak terlibat langsung membuat dan menghias totebag masing-masing. Dengan bebas, mereka memilih gambar, menentukan warna, serta menuangkan berbagai ide sesuai dengan kreativitas. Suasana kegiatan pun berlangsung penuh antusias. Sebagian anak terlihat bersemangat menentukan gambar yang ingin dituangkan ke dalam totebag. Sementara itu, beberapa lainnya masih bertanya dan meminta bantuan ketika mulai menghias. Interaksi tersebut justru membuat kegiatan semakin hidup dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Sebagai pembina HIMA PGSD, kegiatan semacam ini menjadi langkah positif dalam memberikan edukasi kepada anak-anak. Pada usia tersebut, pemahaman akan lebih mudah terbentuk ketika mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga melihat dan mempraktikkannya secara langsung. Melalui kegiatan membuat totebag, anak-anak belajar mengembangkan kreativitas sekaligus diperkenalkan pada kebiasaan mengurangi penggunaan kantong plastik. Mereka juga diajak memahami bahwa barang yang dapat digunakan kembali merupakan salah satu pilihan sederhana untuk mengurangi sampah. Pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan pun menjadi lebih mudah diterima karena disampaikan melalui aktivitas bermain dan berkarya. Anak-anak dapat belajar tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran yang kaku. Bagi para mahasiswa dan pihak yang terlibat dalam kegiatan, berinteraksi langsung dengan anak-anak juga memberikan pengalaman tersendiri. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak harus disampaikan melalui cara yang rumit. Pesan tersebut dapat dikenalkan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mendampingi anak-anak, membangun komunikasi, serta mendorong mereka agar berani menuangkan ide dan kreativitas. Proses tersebut memberikan pengalaman bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga bagaimana menciptakan suasana yang membuat anak nyaman untuk belajar. Hal yang paling berkesan dari workshop bukan hanya totebag yang dihasilkan dan dibawa pulang oleh peserta. Lebih dari itu, proses pembuatannya menjadi bagian penting dari pengalaman mereka. Setiap totebag memiliki gambar, warna, dan bentuk yang berbeda sesuai dengan karakter serta kreativitas masing-masing anak. Dari hasil karya tersebut terlihat bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan dirinya. Pada saat yang sama, mereka mendapatkan pemahaman bahwa totebag yang dibuat dapat digunakan kembali sehingga menjadi salah satu langkah kecil untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti setelah workshop berakhir. Anak-anak diharapkan dapat mengingat pesan yang disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar. Membawa totebag sendiri ketika berbelanja, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan merupakan kebiasaan sederhana yang dapat dimulai sejak dini. Pada akhirnya, Workshop Kreasi Totebag Ramah Lingkungan mengajarkan bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari siapa saja, termasuk anak-anak. Sebuah totebag mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dari kegiatan tersebut tumbuh kebiasaan baik dan rasa peduli terhadap lingkungan, maka manfaatnya jauh lebih besar daripada sekadar sebuah hasil karya. Dari kreativitas anak-anak, terselip pesan bahwa menjaga lingkungan tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang sulit. Dengan berkarya, bermain, dan belajar bersama, kepedulian terhadap bumi dapat tumbuh secara alami dan menyenangkan.