JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pada dinihari 30 September 1965, gerombolan yang menamakan dirinya “Gerakan 30 September” (G30S) melakukan aksi biadab berupa penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat. Mereka yang menjadi korban aksi sadis tersebut kemudian dianugerahi sebagai Pahlawan Revolusi. Daftar lengkap Pahlawan Revolusi korban G30S seperti dilansir Kemdikbud, yaitu: 1) Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani 2) Letjen (Anumerta) Suprapto 3) Letjen (Anumerta) S. Parman 4) Letjen (Anumerta) M.T. Haryono 5) Mayjen (Anumerta) D. I. Panjaitan 6) Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo 7) Brigjen (Anumerta) Katamso 8) Kapten (Anumerta) Pierre Tendean 9) A.I.P. II (Anumerta) K. S. Tubun 10) Kolonel (Anumerta) Sugiyono Sejarah kelam tersebut tidak berhenti hanya sampai di situ. Panglima Kostrad Mayjen Soharto kemudian menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah dalang di balik G30S. Pada 12 Maret 1966, dengan mengatasnamakan Presiden Soekarno (Supersemar), Mayjen Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1/3/1966 perihal pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Melalui propaganda hitam, terjadilah serangan, penangkapan, dan pembunuhan terhadap siapa saja yang dianggap sebagai anggota PKI. Jumlah korban pembasmian anggota PKI masih kontroversial namun dari catatan para sejarawan setidaknya ada 500 ribu orang hingga 3 juta orang tewas dalam pembantaian 1965-1966. Mengutip keterangan resmi dari pemerintah Fact Finding Commission yang dibentuk setelah G30S, disebutkan jumlah korban adalah 78.000 orang. Namun, Oei Tju Tat yang menjadi ketua tim itu mengatakan bahwa angka tersebut terlalu dikecilkan. Lebih tepat bila ditambah dengan angka “0” di belakangnya, maka menjadi 780.000. Sementara menurut Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dalam laporannya menyebut angka 1 juta jiwa tewas terdiri 800 ribu di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta masing-masing 100 ribu di Bali dan Sumatera. Sementara Robert Cribb menyebut jumlah 500.000 korban. Menurutnya, angka pembantaian tersebut adalah angka yang wajar. Jumlah tersebut didukung oleh teknik keenam yang dibuat Iwan Gardono. Iwan menjumlahkan semua angka dari 39 artikel atau buku yang pernah mengulas pembantaian 1965-1966 dan membaginya dengan angka pembagi 39. Diperoleh rata-rata angka sebesar 430.590 korban tewas selama pembantaian 1965-1966. (Dirangkum dari berbagai sumber).