KAMBOJA – Para pemimpin lembaga aparatur sipil dari negara-negara ASEAN berkumpul di Kamboja untuk mengikuti Pertemuan Kerja Sama ASEAN dalam Urusan Lembaga Aparatur Sipil (ACCSM) ke-23 serta ACCSM+3 ke-8 yang membahas penguatan inovasi dan peningkatan kualitas layanan publik di kawasan. Forum tingkat tinggi tersebut mengusung tema “Innovation for Better Service Delivery” atau Inovasi untuk Penyediaan Layanan yang Lebih Baik, dengan fokus pada upaya mempercepat transformasi sektor publik agar lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dalam sambutannya mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat kolaborasi regional sekaligus membangun sektor publik yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, negara-negara ASEAN memiliki tingkat perkembangan yang berbeda sehingga diperlukan kerja sama yang lebih erat untuk memperkecil kesenjangan pembangunan, terutama dalam pemanfaatan teknologi baru. “Kami ingin memastikan setiap negara dapat mengadopsi teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Hun Manet. Ia menegaskan bahwa keberhasilan inovasi pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi digital, tetapi juga bergantung pada kualitas institusi dan sumber daya manusia yang mengelolanya. Dalam kesempatan tersebut, Hun Manet juga menyampaikan apresiasi kepada tiga mitra dialog utama ASEAN, yaitu China, Japan, dan South Korea, yang dinilai terus memberikan dukungan terhadap pengembangan inovasi serta transformasi digital layanan publik di kawasan. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Aparatur Sipil Kamboja Hun Many menilai ACCSM telah memainkan peran penting selama lebih dari empat dekade sebagai wadah kerja sama regional dalam pengembangan tata kelola aparatur sipil. Menurutnya, forum tersebut telah membantu negara-negara anggota ASEAN dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas pertukaran pengetahuan, serta memperkuat sistem pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hun Many mengatakan berbagai program yang dijalankan melalui ACCSM turut mendukung upaya pengurangan kesenjangan pembangunan antarnegara anggota serta memperkuat solidaritas kawasan. “Melalui kerja sama yang berkelanjutan, ASEAN dapat terus berkembang menjadi kawasan yang lebih tangguh, inovatif, dinamis, dan berpusat pada kepentingan masyarakat,” ujarnya. Pertemuan ACCSM dan ACCSM+3 diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk mempercepat modernisasi sektor publik di ASEAN, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat di seluruh kawasan.