BRASILIA – Pemerintah Brasil memutuskan menurunkan tingkat hubungan diplomatiknya dengan Argentina menjadi setingkat kuasa usaha (charge d'affaires) setelah muncul ketegangan yang dipicu pernyataan Presiden Argentina Javier Milei terhadap Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan sejumlah pejabat Brasil. Menurut laporan media Brasil pada Selasa (4/8) yang mengutip sumber di Kementerian Luar Negeri Brasil, langkah tersebut diambil setelah serangkaian pernyataan Milei dalam beberapa pekan terakhir dinilai memperburuk hubungan kedua negara. Ketegangan memuncak pada 25 Juli lalu ketika Milei menghadiri sebuah acara politik di Kota Sao Paulo yang mendukung pencalonan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dalam kontestasi politik mendatang. Dalam kesempatan tersebut, Milei melontarkan kritik keras terhadap Presiden Lula. Ia juga menyampaikan protes terhadap Alexandre de Moraes, hakim Mahkamah Agung Federal Brasil, yang disebut menghalanginya untuk mengunjungi Jair Bolsonaro yang tengah menjalani masa penahanan. Sebagai respons atas pernyataan tersebut, Brasil pada 26 Juli menarik Duta Besarnya untuk Argentina, Julio Bitelli, sebagai bentuk protes diplomatik. Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira menyatakan pemerintah Brasil memandang persoalan ini sebagai isu yang serius dan memerlukan respons resmi dari negara. Meski demikian, Vieira menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mempertimbangkan langkah yang lebih ekstrem, seperti memutus hubungan diplomatik secara penuh dengan Argentina. Penurunan status hubungan menjadi tingkat kuasa usaha menunjukkan bahwa komunikasi diplomatik antara kedua negara tetap berlangsung, namun berada pada level yang lebih rendah dibandingkan hubungan yang dipimpin langsung oleh seorang duta besar. Perkembangan ini menandai meningkatnya ketegangan politik antara dua negara terbesar di Amerika Selatan yang selama ini memiliki hubungan penting dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama regional.