BEIJING – Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus membantu negara-negara Afrika dalam menghadapi wabah Ebola yang masih berlangsung. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengiriman tenaga medis profesional serta bantuan yang diperlukan guna mempercepat penanganan dan pengendalian penyakit tersebut. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, saat menanggapi kedatangan tim ahli medis ketiga yang dikirim pemerintah China ke Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 1 Agustus lalu. Menurut Lin, China sejak awal memberikan perhatian serius terhadap penyebaran Ebola di sejumlah wilayah Afrika. Sebagai bagian dari upaya kemanusiaan, Beijing telah mengirim beberapa tim medis ke negara-negara terdampak, termasuk RD Kongo, untuk membantu penanganan wabah. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai berkontribusi dalam memperkuat kapasitas penanggulangan penyakit di kawasan tersebut. Tim ahli medis terbaru yang dikirim China terdiri atas sejumlah pakar dari berbagai bidang, mulai dari epidemiologi, karantina kesehatan, perawatan klinis, hingga pengujian laboratorium patogen. Melanjutkan tugas tim-tim sebelumnya, para ahli tersebut akan bekerja sama dengan otoritas kesehatan RD Kongo dan berbagai organisasi internasional untuk mendukung upaya pencegahan serta pengendalian penyebaran Ebola. Lin menjelaskan bahwa koordinasi dan pertukaran informasi akan terus diperkuat sesuai kebutuhan penanganan epidemi di lapangan, sehingga langkah-langkah yang dilakukan dapat berjalan lebih efektif. “Selama wabah Ebola masih berlangsung, China akan terus mengirim tenaga medis profesional ke Afrika, membantu negara-negara yang terdampak, dan memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk mempercepat berakhirnya wabah tersebut,” ujar Lin. Melalui kerja sama kesehatan internasional ini, China berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat sistem kesehatan di Afrika sekaligus membantu menekan dampak wabah Ebola yang masih menjadi tantangan serius bagi sejumlah negara di kawasan tersebut.