NAIROBI – Program Pangan Dunia PBB atau World Food Programme (WFP) memperingatkan bahwa lebih dari 18 juta orang di kawasan Afrika Timur dan Afrika Selatan berisiko menghadapi kondisi kerawanan pangan yang semakin serius akibat dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada September hingga Desember 2026. Dalam pernyataannya pada Selasa (4/8), WFP menyebut wilayah tersebut berada dalam kondisi rentan karena musim hujan mendatang merupakan periode penting bagi produksi pangan. Risiko terbesar diperkirakan terjadi di negara-negara Afrika Selatan yang sebagian besar masyarakatnya masih bergantung pada pertanian tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurut WFP, negara-negara yang selama ini telah menghadapi berbagai tantangan seperti kemiskinan, konflik, ketidakstabilan ekonomi, serta cuaca ekstrem berulang kemungkinan akan merasakan dampak paling berat dari El Nino. Lembaga tersebut menjelaskan bahwa dampak fenomena iklim tersebut tidak akan dirasakan secara merata. Beberapa negara telah mengalami curah hujan di bawah normal, suhu yang lebih tinggi dari biasanya, hingga banjir bandang yang mengganggu aktivitas masyarakat dan sektor pertanian. Sementara itu, sejumlah negara lain diperkirakan akan menghadapi kondisi yang lebih buruk selama musim tanam dan panen berikutnya, yang berpotensi mengurangi produksi pangan secara signifikan. WFP mengingatkan bahwa fenomena El Nino sebelumnya pada periode 2015–2016 berdampak terhadap sekitar 60 juta hingga 100 juta orang di berbagai wilayah dunia. Namun, analisis awal menunjukkan bahwa El Nino 2026–2027 berpotensi menambah sekitar 49 juta orang ke dalam kategori kerawanan pangan akut hingga akhir tahun 2027. Meski puncak El Nino diperkirakan terjadi pada akhir 2026, efeknya terhadap produksi pertanian dan ketersediaan pangan diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun berikutnya. Sebagai langkah antisipasi, sejak Mei 2026 WFP telah mengaktifkan berbagai program respons dini di beberapa negara, termasuk South Sudan, Chad, Mauritania, Uganda, Guatemala, dan **El Salvador>. Melalui program tersebut, WFP telah menyalurkan bantuan prabencana senilai lebih dari 14 juta dolar AS kepada sekitar 500.000 penerima manfaat untuk membantu mereka menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem. Selain itu, WFP bersama Food and Agriculture Organization menyerukan peningkatan pendanaan internasional guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat rentan menghadapi El Nino. Kedua lembaga PBB tersebut menilai tindakan pencegahan sejak dini sangat penting untuk melindungi kehidupan masyarakat, menjaga mata pencaharian, serta memperkuat ketahanan pangan sebelum kondisi berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang lebih luas.