MOSKOW, NETRALNEWS.COM - Sebuah citra satelit terbaru menunjukkan secara utuh kapal selam nuklir terbaru Rusia, Khabarovsk, berlabuh di Galangan Kapal Sevmash, Severodinsk, Oblast (Provins) Arkhangelsk, Minggu 2 November 2025. Kapal selam ini diklaim Presiden Vladimir Putin dirancang untuk membawa "senjata tak tertandingi di dunia". Senjata yang diklaim Putin tak punya tandingan itu tak lain adalah rudal torpedo berkekuatan nuklir, Status-6 Oeceanic atau lebih dikenal dengan Poseidon. Torpedo ini disebut mampu membuat tsunami radioaktif dan menenggelamkan daratan luas ters Ini merupakan pertama kalinya Khabarovsk (Project 09851) terlihat secara penuh melalui citra satelit. Sebelumnya, citra satelit hanya menunjukkan bagian belakangnya yang tampak dalam foto upacara peluncuran. Khabarovsk secara resmi diluncurkan pekan lalu oleh Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, setelah tertunda sekitar lima tahun dari jadwal awal. "Kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir berat Khabarovsk diluncurkan dari galangan kapal Sevmash yang terkenal. Keberadaan kapal selam ini akan memperkuat keamanan maritim Rusia dan melindungi kepentingan global," ujar Belusov dikutip dari Newsweek. Kapal selam kelas-Khabarovsk merupakan platform bagi torpedo nuklir Poseidon. Sebuah senjata tanpa awak sepanjang sekitar 20 meter dengan berat hampir 100 ton. Menurut laporan, torpedo itu mampu menempuh jarak hingga 6.200 mil dan melaju dengan kecepatan 115 mil per jam di bawah permukaan laut. Poseidon ditenagai oleh reaktor nuklir mini, menjadikannya salah satu sistem persenjataan bawah laut paling canggih dan mematikan di dunia. Presiden Putin baru-baru ini mengumumkan keberhasilan uji coba torpedo nuklir tersebut. Dalam pidatonya yang ditunjukkan kepada tentara yang terluka di Ukraina. "Untuk pertama kalinya, kami berhasil meluncurkannya bukan hanya dari kapal selam pengangkut," ucap Putin dilansir dari Daily Mail. Putin juga membandingkan kekuatan Poseidon dengan rudal balistik antarbenua RS-28 Sarmat atau yang lebih dikenal dengan julukan Satan-2. "Kekuatan Poseidon jauh melampaui rudal balistik tercanggih kita. Tidak ada yang seperti itu di tempat lain di dunia. Tidak ada cara untuk mencegatnya," kata Putin melanjutkan. Media pemerintah Rusia dan mesin propaganda Kremlin telah berulang kali menggembar-gemborkan Poseidon sebagai "senjata kiamat" yang mampu menimbulkan tsunami radioaktif besar dan menenggelamkan wilayah pesisir seperti Inggris. Peringatan mengenai ancaman ini turut memicu kekhawatiran di Amerika Serikat (AS). Sejumlah pejabat keamanan dilaporkan menilai bahwa pengembangan senjata tersebut dapat ditembakkan dari arah yang tidak terduga, sehingga memperumit sistem pertahanan. Jeffrey Lewis, pakar dari Middlebury Institute of International Studies, menulis di Foreign Policy bahwa keberadaan dan kekuatan Poseidon benar-benar mengerikan. "Kita berbicara tentang senjata termonuklir berdaya ledak megaton yang dirancang untuk menghasilkan efek radiasi besar dan tahan lama," Kekhawatiran internasional terhadap senjata baru Rusia itu bahkan disebut-sebut mendorong mantan Presiden AS, Donald Trump, untuk memerintahkan militer negaranya memulai kembali uji coba senjata nuklir yang sebelumnya tidak dilakukan selama lebih dari tiga dekade. "Karena program pengujian negara lain, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji senjata nuklir kita secara setara. Proses itu akan segera dimulai,” tulis Trump dalam sebuah pernyataan.