PBB - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan terhadap berlanjutnya operasi militer Israel di Gaza serta aksi kekerasan yang melibatkan para pemukim di Tepi Barat. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (31/8). Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyoroti dampak serangan udara dan berbagai operasi militer Israel yang terjadi sepanjang akhir pekan terhadap warga sipil di Gaza. "Khususnya, laporan yang menyebutkan bahwa seorang anak laki-laki termasuk di antara korban tewas dan bahwa salah satu serangan merusak sejumlah barang di kompleks Rumah Sakit Al Aqsa di Deir Al-Balah menjadi perhatian serius," kata kantor itu. "Warga sipil dan fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, harus selalu dilindungi. Mereka tidak boleh diserang atau digunakan untuk tujuan militer." Selain memantau situasi keamanan, OCHA bersama sejumlah mitra kemanusiaan juga tengah mempersiapkan langkah antisipasi menjelang musim hujan. Pada akhir pekan, otoritas setempat di Gaza menyampaikan pemetaan kebutuhan penanganan risiko banjir di ratusan titik di wilayah tersebut. Berbagai kebutuhan yang telah diidentifikasi mencakup pembersihan saluran drainase, pengangkutan puing dan sampah padat, perataan lahan, kesiapan pompa air, serta penempatan peralatan pendukung di lokasi-lokasi yang berisiko terdampak banjir. "Namun, mitra-mitra kemanusiaan memperingatkan bahwa upaya untuk mendukung masyarakat menjelang musim dingin terhambat oleh pendanaan yang tidak mencukupi, pembatasan terkait persetujuan dan volume barang yang masuk ke Gaza, serta kelangkaan oli mesin, suku cadang, dan alat berat," kata kantor tersebut. "Upaya itu juga terhambat karena sebagian besar wilayah daratan Gaza masih tidak dapat diakses, termasuk daerah-daerah yang kurang rentan terhadap banjir dan dapat digunakan untuk mendirikan tenda." OCHA juga mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Jalur Gaza yang sempit telah ditetapkan sebagai zona terlarang oleh militer Israel, sehingga membatasi akses ke sejumlah area. Sementara itu, laporan dari mitra kemanusiaan menunjukkan bahwa insiden yang berkaitan dengan para pemukim di Tepi Barat terus terjadi sepanjang akhir pekan. Peristiwa yang dilaporkan mencakup pencurian, pembakaran, vandalisme, penyerangan, hingga bentrokan yang menyebabkan korban luka dan kerusakan harta benda. Di wilayah Al Mughayyir, Ramallah, mitra kemanusiaan mencatat adanya serangkaian serangan selama tiga hari berturut-turut oleh para pemukim yang mendapat pengawalan pasukan Israel. Menurut OCHA, insiden tersebut menyebabkan hampir belasan warga Palestina mengalami luka-luka dan pada beberapa kesempatan menghambat pergerakan warga maupun kendaraan, termasuk ambulans.