LIMA - Pemerintah Peru pada Selasa (1/9) mengumumkan keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah tersebut diambil karena Peru menyatakan "menolak keras hasutan Iran yang memicu eskalasi konflik di Timur Tengah." "Pemerintah Republik Peru memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran," demikian disampaikan kementerian luar negeri Peru dalam sebuah pernyataan. Kementerian Luar Negeri Peru menjelaskan bahwa keputusan itu berlandaskan "haluan pasifis yang telah lama dianut" Peru serta komitmennya terhadap "hukum internasional dan pembelaan demokrasi." Selain itu, Peru menuding Iran menghambat aktivitas Badan Energi Atom Internasional. Teheran disebut beberapa kali menolak memberikan akses kepada para inspektur untuk memasuki fasilitas nuklir dan menghambat proses verifikasi yang diperlukan guna mencegah produksi senjata nuklir. Peru juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai apa yang disebutnya sebagai pembatasan ketat yang diberlakukan Iran serta gangguan terhadap perdagangan internasional melalui Selat Hormuz sejak Maret 2026. Meski hubungan diplomatik dihentikan, Peru menegaskan bahwa hubungan konsuler antara kedua negara tetap berjalan. Hubungan tersebut dinilai masih diperlukan untuk melindungi warga negara masing-masing serta menjalankan fungsi lainnya berdasarkan Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler. Kementerian Luar Negeri Peru menyebut keputusan tersebut telah disampaikan kepada Iran melalui nota diplomatik yang dikirimkan lewat Kedutaan Besar Iran di Ekuador. Kedutaan tersebut juga berfungsi sebagai misi Iran untuk Peru.