LAMONGAN- Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keragamannya. Baik suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat nya. Semua keragaman tersebut tumbuh dan berkembang di Indonesia, kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dari keragaman budaya tersebut. Karena ada kegiatan dan pranata khusus, perbedaan ini justru memiliki fungsi untuk mempertahankan identitas diri dan integritas sosial masyarakat. Keragaman kebudayaan dan lain-lain tersebut tersebar luas di berbagai kabupaten kota yang ada di Indonesia, termasuk pada Kabupaten Lamongan. Lamongan selain memiliki keunikan dalam bahasanya, masakan, juga memiliki budaya adat yang unik. Salah satu adat yang unik tersebut ialah proses saat lamarannya. Sejatinya melamar dilakukan oleh pihak laki-laki terhadap pihak perempuan. Kebiasaan itu nampaknya sangat berbeda jika kita melihat tradisi di Kabupaten Lamongan, dimana pihak perempuanlah yang memulai duluan untuk melamar pihak laki-laki. Akan tetapi tradisi tersebut agak sedikit memudar, dikarenakan hampir sebagian dari masyarakat Lamongan saat ini tidak menjalankan tradisi tersebut. Hanya ada beberapa daerah saja yang masih menjalankan tradisi lamaran tersebut. PEMBAHASAN Di Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur diketahui terdapat kisah dibalik tradisi lamaran ini, yang tidak lain ialah kisah yang terjadi di zaman kerajaan dahulu. Tradisi tersebut bermula dari alkisah Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi pergi ke Lamongan untuk melamar putra Tumenggung Lamongan yang mempunyai dua anak laki-laki yakni Panji Laras dan Liris. Meskipun demikian, tradisi lamaran tersebut tersirat nilai-nilai sosial, yaitu pihak wanita yang mendatangi pria. Dalam hal ini mempunyai kesan bahwa terdapat penghargaan dari seorang wanita terhadap laki-laki. Selain itu, terdapat kesan juga bahwa seorang pria harus menjaga wanita, karena perempuan juga mampu memberikan sesuatu kepada pria yang dipercayainya itu. Jika terdapat laki-laki yang hanya menggantungkan dirinya kepada wanita dan menjadikan rumah tangganya berantakan, maka harga diri laki-laki tersebut akan turun didepan masyarakat umum. Perspektif yang lain juga terlihat saat seserahan yang dibawakan oleh pihak wanita dalam proses lamaran. Akan tetapi, setelah diterima oleh pihak laki-laki, dalam pernikahan nanti laki-laki harus memberikan mahar yang lebih besar daripada nilai seserahan yang telah diterima dari pihak perempuan tersebut. Adapun tata cara dari awal sampai akhir ialah sebagai berikut dibawah : BABAT DALAN Pihak perempuan menari pihak laki-laki, dimana nari jika kita artikan ke bahasa Indonesia ialah menawari. Disini biasanya perwakilan dari pihak perempuan, biasanya yang paling tua atau yang terdekat dengan pihak laki-laki untuk menawarkan lamaran tersebut. GANJUR Lamaran atau orang Lamongan biasa menyebutnya dengan ganjuran pada umumnya dari pihak laki-laki ke pihak perempuan. Akan tetapi kebiasaan tersebut tampak berbeda di Lamongan. Karena di Lamongan pihak perempuan yang akan memulai untuk melamarnya. Pada prosesi ganjuran pihak perempuan akan membawa jajanan dan lain-lainnya semacam tetel, wingko, kucur, onde-onde, pisang raja dan pisang sobo, bongko, lemet, gula, kopi, rokok, minyak dan masih banyak lagi lainnya. Ganjuran tersebut biasanya akan langsung disebarkan oleh pihak laki-laki ke masyarakat yang ada di sekitarnya, begitu juga dengan sebaliknya. GOLEK DINO Dalam bahasa Indonesia ialah menentukan hari, merupakan sebuah kegiatan mecari hari yang pas untuk melaksanakan akad nikah. Dalam hal ini ganti dari pihak laki-laki yang akan menemuhi pihak perempuan, pada saat itu juga dari pihak laki-laki akan ganti memberikan ganjuran ke pihak perempuan. Dalam penentuan hari ini biasanya harus menyocokkan weton kelahiran dari ke dua calon tersebut. Penentuan hari tersebut biasanya juga dilakukan pemilihan tempat pernikahannya, mereka akan menyepakati dan juga memilih tempat yang sesuai dengan hari pernikahannya, baik itu nantinya di pihak perempuan maupun laki-laki. SEKLORON Sekloron merupakan sebuah acara memberikan makanan untuk masyarakat yang menyumbang acara pernikahan, seperti menyumbang beras, gula, rokok dan lain-lain. Acara ini dilakukan sebelum acara inti. JUJUL MANTEN Alias menjemput manten, acara ini dilakukan sebelum akad. Dimana dari pihak laki-laki (begitu juga sebaliknya) akan menjemput pihak perempuan. Jadi jika pihak wanita belum dijemput maka pihak perempuan tidak akan berangkat ke tempat akad nikah. Begitu juga pada saat akan diadakan resepsi, pihak rombongan dari perempuan juga akan dijemput oleh pihak dari laki-lakinya. PERNIKAHAN Proses ini merupakan prosesi inti, dimana kedua mempelai akan melakukan ijab qabul. Dalam proses ini tidak ada perbedaan dari umunya, semua sesuai prosedur yang ditentukan oleh syariat agama dan juga Negara. Pada saat prosesi resepsi setelah akad nikah, biasanya rombongan dari pihak perempuan atau juga sebaliknya akan membawa makanan dan jajanan, proses tersebut dinamakan CINJO MANTEN. Dimana biasanya rombongan nganten akan membawa 1 pick-up yang berisi beras 4 karung bisa lebih, gula 50 bisa lebih, nasi 1 boran, krupuk 1 karung, roti, wingko, tetel, dan masih banyak lagi yang lainnya. SEPASARAN Cinjoan atau dalam bahasa Indonesia ialah slametan. Dimana acara ini dilakukan setelah melakukan akad nikah. Sepasaran merupakan suatu kegiatan dimana pihak mempelai wanita akan memberikan sebakul besar makanan ke seluruh kerabat pihak laki-laki. Dimana isiannya biasanya nasi, janganan ireng, jajanan semacam wingko, tetel, kucur, onde-onde, tape, pisang dan lain-lain. 40 HARIAN 40 harian adalah prosesi terakhir dari rentetan penikahan di Lamongan. Dimana pihak perempuan akan cinjo atau memberikan makanan ke pihak laki-laki, akan tetapi dengan porsi yang kecil. Prosesi ini sebenarnya sama dengan sepasaran, bedanya jika sepasaran itu porsinya besar dan dilakukan sepasar setelah akad nikah. Sebuah tardisi yang sangat unik, tradisi seperti ini seharusnya tetap dilestarikan. Jangan sampai tradisi yang telah dianggap sebagai ciri khas daerah, malah ditinggalkan dan tidak dijalankan lagi. Situasi tersebut nampaknya telah terjadi di Lamongan. Dimana sudah banyak warga Lamongan yang telah meninggalkan tardisi tersebut. Padahal tradisi tersebut merupakan salah satu tradisi yang membuat nama Lamongan terkenal di luar daerah selain makanan dan juga legenda yang dimiliki Lamongan. KESIMPULAN Setiap daerah memang memiliki keunikan dari setiap tradisi dan adat istiadat nya. Termasuk Lamongan yang memiliki tradisi unik, yakni ganjuran atau lamaran yang dimulai dari pihak perempuan. Tradisi ini menggambaran sebuah penghargaan dari seorang permpuan terhadap laki-laki yang dipilihnya itu. Selain itu, laki-laki juga harus bisa membahagiakan dan juga menghargai perempaun. Dimana laki-laki tersebut merupakan seorang pemimpin dalam sebuah urusan ruah tangga. Melihat dari seluruh proses pernikahan yang ada, merupakan sebuah ciri khas atau identitas yag dimiliki oleh Kabupaten Lamongan. Tradisi merupakan sebuah warisan leluhur kita, apapun itu tradisinya asalkan tidak menyimpang dari norma agama maupun Negara, maka laksanakan dan lestarikanlah. Tetap lestarikan tradisi dan budaya mu, karena itulah ciri khas daerahmu. REFERENSI Kuswandoro, Wawan. 2015. Adat Perempuan Lamar Laki – Laki di Lamongan. http://wkwk.lecture.ub.ac.id/2015/11/adat-perempuan-lamar-laki-laki-di-lamongan/ Fionaz. 2021. Budaya Dan Tradisi Saat Nikahan Yang Ada di Lamongan. https://www.myfionaz.com/2021/01/budaya-dan-tradisi-saat-nikahan-di-lamongan.html Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah. Tradisi Unik Wanita Melamar Pria Di Lamongan. https://lamongankab.go.id/beranda/dinarpustaka/post/1358 Rasmian. 2017. Adat “Perempuan Melamar Laki-Laki” di Lamongan. https://budaya-indonesia.org/ADAT-LAMARAN-LAMONGAN Ridlo, D. A. I. (2022). TRADISI PEREMPUAN MELAMAR LAKI-LAKI DI DESA SENDANGAGUNG KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN PERSPEKTIF TEORI NILAI MAX SCHELER (Doctoral dissertation, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA).