JAKARTA, NETRALNEWS.COM - AC Milan kembali menjadi sorotan setelah meraih kemenangan penting atas Napoli di San Siro, Minggu (28/9). Hasil tersebut membuat banyak pihak mulai menilai Rossoneri layak masuk daftar kandidat kuat peraih Scudetto musim 2025-2026. Napoli datang sebagai juara bertahan Serie A sekaligus tim dengan belanja besar di bursa transfer musim panas lalu. Lebih dari 150 juta euro dihabiskan, termasuk kejutan besar dengan kedatangan Kevin De Bruyne secara gratis dari Manchester City. Tidak heran, para bandar taruhan menempatkan Partenopei sebagai tim yang harus dikalahkan di Italia musim ini. Namun, awal musim berjalan tidak sesuai harapan. Dalam lima laga pertama di semua ajang, tim asuhan Antonio Conte sudah merasakan dua kekalahan, yakni melawan Manchester City dan AC Milan. Sebaliknya, Milan tampil segar bersama pelatih baru Massimiliano Allegri, hingga kini berdampingan dengan Napoli dan Roma di puncak klasemen berkat koleksi empat kemenangan dan satu kekalahan. Allegri dan Modric Bawa Angin Segar Kehadiran Allegri di kursi pelatih serta sentuhan magis Luka Modric di lini tengah memberi dimensi berbeda pada permainan Milan. Kombinasi pengalaman dan disiplin taktik membuat Rossoneri cepat bangkit setelah musim lalu terpuruk bersama Paulo Fonseca dan Sergio Conceicao. Meski sukses menundukkan Napoli, Allegri tetap merendah. “Saya masih melihat Napoli sebagai favorit juara. Conte mampu mengeluarkan kemampuan terbaik timnya, dan statistik kemenangan mereka membuktikan itu. Kami hanya ingin mengubah tren buruk saat melawan Napoli di San Siro,” ujar Allegri. Conte menolak masuk dalam perdebatan soal favorit. “Saya tidak pernah memberi label siapa yang unggulan. Milan, Inter, dan Juve selalu jadi penantang karena sejarah dan kekuatan finansial mereka. Itu fakta yang tidak bisa diabaikan,” tegasnya. Capello: Roma Bisa Jadi Kuda Hitam Legenda Italia Fabio Capello menambahkan bumbu persaingan dengan menyebut AS Roma sebagai kandidat kejutan musim ini. Di bawah Gian Piero Gasperini, Roma memang menunjukkan performa solid dan ikut bersaing di papan atas. Meski begitu, keuntungan Milan terlihat jelas, mereka tidak berpartisipasi di kompetisi Eropa. Fokus penuh di Serie A bisa menjadi senjata utama, sama seperti yang dialami Napoli musim lalu ketika sukses meraih gelar dengan 82 poin, unggul tipis dari Inter yang mencapai final Liga Champions. Kini, pertanyaan besar menggantung, apakah Milan akan mengulang skenario Napoli dan merebut Scudetto berkat ritme lebih ringan tanpa laga tengah pekan? Jawabannya akan terungkap dalam perjalanan panjang Serie A musim ini.