BLITAR, NETRALNEWS.COM – Guna menekan tingginya durasi penggunaan gawai (screen time) pada anak selama masa liburan sekolah, tim mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat Universitas Negeri Malang (BBM UM) Desa Sukosewu menginisiasi rangkaian program pembelajaran interaktif. Program yang mengombinasikan aktivitas fisik dan edukasi ini berlangsung selama tiga minggu, dimulai sejak Senin, 22 Juni 2026, dan resmi berakhir pada Selasa, 6 Juli 2026. Rangkaian kegiatan terstruktur ini menyasar anak-anak dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sukosewu untuk mengalihkan atensi mereka dari layar ponsel ke aktivitas sosial yang lebih produktif. Aktivitas interaktif ini dijadwalkan secara rutin setiap minggunya dengan jenis olahraga dan permainan yang bervariasi. Pada hari Senin, mahasiswa menggelar agenda Fun Badminton yang diikuti oleh enam anak di Gedung Serbaguna Balai Desa Sukosewu. Memasuki hari Selasa, halaman SDN 4 Sukosewu tampak ramai oleh keceriaan 15 hingga 20 anak yang antusias mengikuti Fun Games Tradisional. Dalam sesi ini, tim BBM UM menghidupkan kembali berbagai permainan lokal seperti gobak sodor, bentengan, hingga kucing dan tikus. Sebagai puncak sekaligus penutup dari seluruh rangkaian program pada Selasa, 6 Juli 2026, mahasiswa menggelar perlombaan permainan estafet berkelompok yang diikuti dengan penuh gelak tawa oleh para peserta. Tidak hanya itu, pada hari Rabu, keceriaan anak-anak kembali berlanjut di halaman sekolah melalui olahraga bola voli bersama. Agenda olahraga ini menjadi salah satu aktivitas dengan antusiasme tertinggi karena berhasil menjaring partisipasi hingga 22 anak. Di sela-sela rehat setelah berolahraga, mahasiswa dan anak-anak memanfaatkan waktu luang tersebut untuk melakukan sharing session ringan serta membuat konten kreatif bersama untuk media sosial, yang tidak hanya menciptakan interaksi sehat namun juga mempererat kedekatan emosional di antara mereka. Program yang berlangsung selama tiga pekan ini menyisakan kesan mendalam bagi tim pengabdi. Salah satu pengurus BBM UM Desa Sukosewu, Nadya, mengungkapkan rasa bahagianya karena anak-anak Desa Sukosewu sangat kondusif, aktif, ceria, dan memiliki kepribadian yang terbuka (extrovert). Namun, suasana riang tersebut berubah menjadi haru saat momentum perpisahan tiba. Kedekatan emosional yang telah terbangun kuat membuat anak-anak tidak mampu membendung rasa sedih hingga menangis saat harus berpisah dengan para mahasiswa, menandai keberhasilan program ini dalam menyentuh hati generasi penerus Desa Sukosewu.