JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tiga bintang muda sepak bola paling menjanjikan saat ini tengah berjuang melawan cedera yang sama yaitu cedera pubalgia. Lamine Yamal dari Barcelona, Nico Williams dari Athletic Bilbao, dan Franco Mastantuono dari Real Madrid semuanya mengalami kondisi medis yang dapat mengubah perjalanan karier mereka. Cedera pubalgia bukan sekadar masalah fisik biasa yang dapat sembuh dalam hitungan minggu. Kondisi kronis ini telah memaksa para pemain bintang untuk belajar hidup berdampingan dengan rasa nyeri yang terus-menerus mengganggu. Bahkan legenda seperti Lionel Messi pernah mengalami kondisi serupa di masa mudanya. Pubalgia, yang juga dikenal sebagai athletic pubalgia atau sports hernia, merupakan kondisi cedera pada tendon atau otot di perut bagian bawah atau area selangkangan yang menyebabkan nyeri kronis. Berbeda dengan hernia biasa, pubalgia tidak menampilkan tonjolan yang terlihat di permukaan kulit. Kondisi ini terjadi ketika ada robekan atau ketegangan pada jaringan lunak di area selangkangan, terutama yang melibatkan otot, tendon, atau ligamen. Area tulang kemaluan atau pubis menjadi titik temu berbagai otot yang saling bertemu dan bekerja berlawanan arah saat pemain melakukan gerakan eksplosif. Dr. Pedro Luis Ripoll, ahli traumatologi olahraga, menjelaskan bahwa pubalgia merupakan cedera yang sangat sulit diobati. Rasa sakit yang ditimbulkan dapat mengurangi kemampuan pemain untuk bergerak dan menendang bola hingga hampir 50 persen. Pemain masih dapat bertanding tetapi tidak dapat mencapai performa terbaiknya. Fisioterapis Lluis Puig menegaskan bahwa pubalgia bukan cedera otot biasa, melainkan gangguan pada area pubis tempat berbagai otot bertemu. Penanganannya harus dilakukan di berbagai level dan bukan kondisi yang dapat hilang dalam waktu sebulan. Kondisi ini akan selalu ada, sehingga pemain perlu melakukan latihan pencegahan dan kompensasi agar tetap dapat tampil di level tertinggi.