BANYUMAS, NETRALNEWS.COM - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten BanyumasPEPARPEDA Tahun 2026 mengirimkan 16 atlet pelajar disabilitas untuk mengikuti Pekan Paralympic Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Jawa Tengah 2026 yang akan dilaksanakan tanggal 21-23 Agustus 2026 di Komplek Olahraga Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Mereka bakal bertanding dalam 4 cabang olah raga yakni Atletik, Bulutangkis, Renang dan Tenis Meja Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Suwondo mengatakan NPCI Kabupaten Banyumas mengatakan PEPARPEDA merupakan ajang olahraga khusus bagi pelajar penyandang disabilitas yang menjadi pasangan dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Berbeda dengan olahraga pelajar umum, klasifikasi pertandingan pada PEPARPEDA didasarkan pada jenis dan tingkat disabilitas atlet, bukan jenjang pendidikan. "Untuk tahun ini, kami telah mendaftarkan sebanyak 16 atlet, mereka 9 atlet akan berlaga pada cabang olahraga atletik, 2 atlet cabor bulutangkis, 4 atlet renang serta 1 atlet tenis meja," kata usai rapat persiapan bersama pelatih Kamis (6/8/2026). Menurut Suwondo, keikutsertaan ini menjadi bagian dari pembinaan atlet pelajar disabilitas di Banyumas. Ia menambahkan NPCI Banyumas tidak memasang target peringkat maupun jumlah medali pada PEPARPEDA Tahun 2026 ini. "Fokus utama adalah memberikan kesempatan bagi atlet disabilitas untuk mengembangkan bakat sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini," katanya. Pada PEPARPEDA Tahun 2025, Banyumas mengirimkan sembilan atlet dan berhasil meraih tujuh medali yang terdiri atas tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu dan berada di peringkat kesembilan klasemen akhir. "Namun peraih medali tahun 2025, telah menjadi mahasiswa, sehingga tidak menemenuhi syarat peserta tahun ini. Meski demikian kita tetap optimis karena kami telah melakukan proses regenerasi, dan optimis kembali bisa meraih medali, meski persaingan juga semakin ketat," katanya. Jarak domisili atlet yang tersebar di berbagai wilayah Banyumas serta keterbatasan ekonomi sebagian keluarga menjadi kendala dalam pembinaan atlet. Meski demikian masih adanya 2 pekan tersisa, para atlet dan pelatih terus memaksimalkan menuju ajang PEPARPEDA Tahun 2026. Suwondo menambahkan, saat ini pihaknya terus mencari bibit bibit atlet, dan berharap semakin banyak pelajar disabilitas yang mengikuti pembinaan dan pelatihan bersama NPCI, yang akan berdampak pada prestasi Banyumas di ajang PEPARPEDA mendatang.