JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengusung misi bangkit pada ajang Asian Games 2026 yang akan digelar 19 September hingga 4 Oktober mendatang di Aichi dan Nagoya, Jepang. Berkaca dari hasil minor pada edisi sebelumnya, PBSI kini menerapkan strategi baru dalam proses persiapan atlet menuju pesta olahraga terbesar se-Asia itu. Demikian disampaikan Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, saat menerima kunjungan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2026). "Dari pengalaman dan hasil yang tidak baik di edisi Asian Games sebelumnya, tentunya jadi pembelajaran bagaimana kami akan mempersiapkan lebih baik dari program latihannya, program periodesasinya dan pengaturan kejuaraan menjelang Asian Games," ujar Eng Hian. Demi membentuk skuad terkuat, PP PBSI menegaskan tidak akan bersikap eksklusif. Eng Hian menjamin proses seleksi berjalan adil dan transparan bagi seluruh penepuk bulu tanah air. "Kami tidak membeda-bedakan pelatnas maupun non-pelatnas. Siapa yang terbaik dan siap, kami akan panggil untuk bergabung," tegasnya. Target PBSI di Asian Games 2026 Terkait target di Asian Games, PBSI membidik satu medali emas dari sektor beregu putra. Target realistis ini ditetapkan setelah melalui koordinasi intensif dengan tim review Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). "Untuk target sesuai hasil rapat dengan tim review Kemenpora, kami menargetkan satu medali emas di nomor beregu putra," ungkap Eng Hian. Meski target utama dibebankan pada beregu putra, Eng Hian tetap optimis sektor lain mampu memberikan kejutan dan membawa pulang medali dari Jepang. Sektor ganda putra menjadi salah satu yang paling diandalkan merujuk pada tren positif belakangan ini. "Melihat probabilitas dan peluang, sektor ganda putra juga berpeluang besar melihat hasil di turnamen terakhir. Tidak menutup kemungkinan sektor-sektor lain pun bisa mendulang medali," tambah Eng Hian. Asian Games 2026 menjadi pertaruhan besar bagi reputasi bulu tangkis Indonesia di kancah Asia. PBSI berharap seluruh program persiapan yang telah dirancang dapat dieksekusi dengan sempurna demi menjaga tradisi medali. "Kami berharap semua bisa berjalan baik dan tentunya bisa mencapai target, karena Asian Games adalah salah satu milestones penting bagi PBSI," demikian disampaikan Eng Hian. CdM Indonesia Pantau Persiapan Tim Bulu Tangkis Menuju Asian Games 2026 Jelang Asian Games 2026, CdM Tim Indonesia Todotua Pasaribu meninjau langsung persiapan dan kesiapan tim bulu tangkis di Pelatnas PBSI Cipayung, untuk memastikan semuanya berjalan tanpa hambatan. "Hari ini saya datang ke cabang olahraga bulu tangkis, diterima baik oleh pengurus dan juga sudah mengobrol dengan para atlet serta pelatih. Saya diajak keliling melihat fasilitas mulai dari asrama, area gym, hingga ruang physio. Ini adalah cabang olahraga dengan sistem pembinaan dan fasilitas pelatnas yang sangat lengkap," beber Todotua. Setelah melihat langsung ekosistem latihan yang profesional di Cipayung, Todotua mengaku kian optimistis terhadap target prestasi di Jepang nanti. Kelengkapan fasilitas ini dinilai menjadi modal krusial dalam menjaga performa atlet di level tertinggi. "Kami berkoordinasi untuk mengecek persiapan, khususnya kebutuhan non-teknis dalam rangka menghadapi Asian Games. Melihat proses pembinaan pelatnas yang sudah sedemikian baik, kami memiliki kepercayaan diri (confidence) yang lebih besar bahwa bulu tangkis akan memberikan kontribusi medali bagi Indonesia," tegasnya. Guna menjaga fokus para atlet, Tim CdM berkomitmen penuh untuk mengurus seluruh urusan logistik dan akomodasi para atlet di luar lapangan. Todotua menjamin para atlet hanya perlu memikirkan strategi dan performa bertanding tanpa dibebani urusan administratif. "Kami akan memastikan para atlet dapat terbang ke Nagoya dengan nyaman dan mendapatkan persiapan yang matang di sana. Mereka tidak boleh dipusingkan oleh hal-hal non-teknis, sehingga saat bertanding nanti tingkat kepercayaan diri mereka berada di level tertinggi untuk membawa pulang medali," pungkasnya.