DESA DUKUHSARI — Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 126 di Desa Dukuhsari tidak hanya diwujudkan melalui program yang bersifat seremonial. Setiap Senin hingga Jumat, perwakilan mahasiswa secara bergiliran turut membantu kegiatan pembelajaran di TPQ Al-Mahsyur. Pendampingan tersebut dilakukan selama masa pengabdian KKN 126 di Desa Dukuhsari. Mahasiswa yang mendapat giliran hadir untuk membantu proses belajar para santri sesuai dengan tingkat kemampuan membaca masing-masing. Sebagian santri masih belajar mengenali huruf hijaiyah dan membaca buku jilid awal. Sebagian lainnya telah berada pada tingkat lanjutan hingga membaca Al-Qur’an. Perbedaan kemampuan itu membuat proses pembelajaran membutuhkan pendampingan yang disesuaikan dengan perkembangan setiap santri. Dalam pelaksanaannya, anggota KKN 126 tidak mengajar secara bersamaan setiap hari. Perwakilan mahasiswa dijadwalkan secara bergiliran mulai Senin sampai Jumat. Pola tersebut memungkinkan kegiatan pendampingan tetap berjalan sekaligus menyesuaikan pembagian tugas mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di desa. Keterlibatan mahasiswa difokuskan untuk membantu pembelajaran yang telah berlangsung di TPQ Al-Mahsyur. Mereka hadir sebagai pendamping guru dalam membimbing santri, baik yang masih berada pada tahap membaca jilid maupun yang telah belajar membaca Al-Qur’an. Pendampingan secara bergiliran juga memberi kesempatan kepada anggota KKN 126 untuk terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan keagamaan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mengenal proses belajar yang berlangsung di lingkungan TPQ. Bagi santri yang masih berada pada jilid awal, pembelajaran menjadi tahap penting untuk mengenal bentuk dan bunyi huruf hijaiyah serta membiasakan cara membaca secara bertahap. Sementara itu, santri pada tingkat Al-Qur’an memerlukan pendampingan untuk menjaga ketepatan dan kelancaran bacaan. Karena kemampuan santri tidak berada pada tingkat yang sama, mahasiswa perlu mengikuti pola pembelajaran yang telah diterapkan oleh pengajar TPQ. Kehadiran mereka bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan membantu proses pendampingan agar kegiatan belajar dapat berjalan sesuai kebutuhan santri. Kegiatan mengajar dari Senin hingga Jumat menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa KKN dapat dilakukan melalui aktivitas yang sederhana, tetapi berkelanjutan. Konsistensi kehadiran menjadi bagian penting karena proses belajar membaca jilid dan Al-Qur’an tidak dapat diselesaikan dalam satu kali pertemuan. TPQ Al-Mahsyur menjadi salah satu ruang perjumpaan mahasiswa KKN 126 dengan masyarakat Desa Dukuhsari. Di tempat tersebut, interaksi tidak hanya berlangsung melalui penyampaian program, tetapi melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan belajar sehari-hari. Dari jilid awal hingga tingkat Al-Qur’an, setiap santri menjalani tahapan pembelajaran yang berbeda. Melalui pembagian jadwal pengajar secara bergiliran, mahasiswa KKN 126 berupaya membantu proses tersebut tetap berlangsung selama masa pengabdian mereka di Desa Dukuhsari.