JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sepanjang sejarah ekonomi, hiperinflasi lebih sering diawali oleh krisis kepercayaan daripada sekadar kenaikan harga. Ketika tata kelola melemah, disiplin fiskal longgar, komunikasi kebijakan tidak konsisten, dan kredibilitas institusi dipertanyakan, perilaku pelaku ekonomi berubah. Karena itu, Indonesia memerlukan Strategic Economic Early Warning System (EWS) yang mampu mendeteksi risiko sebelum berkembang menjadi krisis. Krisis Dimulai dari Hilangnya Kepercayaan Kepercayaan merupakan fondasi mata uang, investasi, dan stabilitas sistem keuangan. Saat publik dan investor meragukan arah kebijakan, biaya pembiayaan meningkat, arus modal menjadi sensitif, dan tekanan terhadap nilai tukar dapat membesar. Pelajaran dari Sejarah Pengalaman Jerman, Hungaria, Zimbabwe, Venezuela, dan Indonesia pada pertengahan 1960-an memperlihatkan pola yang serupa: defisit fiskal yang membesar, tekanan nilai tukar, inflasi yang meningkat, dan runtuhnya kepercayaan. Pemulihan baru berlangsung setelah kredibilitas institusi dipulihkan. Perspektif Police Science Dalam perspektif Police Science, stabilitas ekonomi merupakan bagian dari keamanan nasional. Krisis ekonomi yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kriminalitas ekonomi, pasar gelap, pencucian uang, konflik sosial, dan tekanan terhadap legitimasi institusi negara. Strategic Economic Early Warning System Empat tingkat EWS diusulkan: Hijau (stabil), Kuning (waspada), Oranye (siaga), dan Merah (krisis). Pemantauan dilakukan terhadap inflasi, nilai tukar, cadangan devisa, yield obligasi, arus modal, defisit fiskal, rasio utang, stabilitas perbankan, ekspektasi inflasi, indeks kepercayaan investor, serta konsistensi komunikasi kebijakan. Rekomendasi Perkuat disiplin fiskal, jaga independensi Bank Indonesia sesuai mandat undang-undang, tingkatkan kualitas komunikasi kebijakan, bangun pusat analitik EWS lintas lembaga, dan lindungi kelompok rentan agar tekanan ekonomi tidak berkembang menjadi instabilitas sosial. Penutup Hiperinflasi bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan ujian terhadap kualitas tata kelola negara. Investasi terbesar adalah menjaga kredibilitas institusi dan kemampuan melakukan koreksi kebijakan sebelum risiko berkembang menjadi krisis. Pull Quote “Hiperinflasi bukan dimulai ketika harga melonjak, melainkan ketika kepercayaan terhadap institusi negara mulai memudar.” Biodata Penulis: Komjen Pol. (Purn.) Drs. Didi Widayadi, MBA adalah praktisi senior di bidang tata kelola, audit, keamanan, dan transformasi digital. Melalui DW-GPT, penulis mengembangkan kerangka analisis strategis yang mengintegrasikan tata kelola, data, kecerdasan buatan, dan perspektif Police Science.