JAKARTA - Indonesia bisa maju dengan mimpi-mimpi anak muda tentang perubahan, sebab bila kita menengok kembali sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, memang ada mimpi-mimpi tentang kebebasan serta kemerdekaan untuk mengelola tanah air sendiri. Tetapi apakah perubahan itu benar-benar akan menuju arahnya yang benar, kita tidak mengetahuinya dengan pasti. Perjuangan untuk perubahan yaitu kemerdekaan Indonesia tentu memiliki motif yang boleh jadi berbeda-beda. Motif yang berbeda-beda tersebut boleh jadi ingin mendapatkan popularitas dengan berjuang, jadi kemerdekaan adalah harga mati. Boleh jadi ingin memperjuangkan eksistensi aliran politik atau pemikiran golongan atau organisasinya sendiri, sehingga kemerdekaan wajib diperjuangkan. Kita mungkin bisa memaklumi bahwa setiap golongan, organisasi, pribadi, pebisnis, serta komunitas di masa itu untuk berjuang dan mengalir di arah yang sama yaitu agar bangsa Indonesia merdeka. Merekatkan setiap kepentingan itu tidak mudah, semangat persatuan menjadi salah satu pemicunya. Semangat persatuan dapat menyatukan tujuan, dapat menyatukan kepentingan dalam satu masa ataupun momentum tertentu. Hari ini begitu banyak muda kita yang agak skeptis dengan kondisi perpolitikan di tanah air, boleh jadi karena pernyataan-pernyataan kontroversial para pejabat tinggi negara. Boleh jadi juga karena riak-riak politik yang belum tuntas setelah pemilihan umum dan pemilihan presiden. Media sosial kita hari ini juga seperti tidak punya saringan, komentar-komentar kebencian ataupun nyinyir. Jadi jika ingin menilai karakter bangsa berdasarkan komentar-komentar kebencian, maka pekerjaan rumah rakyat Indonesia masih begitu banyak. Akhlak di media sosial memang perlu diperbaiki, lebih mirisnya lagi algoritma kebencian-kebencian serta hinaan di media sosial soal perpolitikan bahkan mungkin kritik soal kebijakan negara, semuanya menjadi ladang bisnis. Memanfaatkan saling serang di media sosial untuk mendulang pundi-pundi rupiah, sungguh keterlaluan. Indonesia bisa maju dimulai dari gagasan-gagasan kita, selain gagasan tentang persatuan juga gagasan tentang berkarya. Menyadari bahwa tidak semua bidang kita bisa sukses secara optimal, juga sebenarnya menyadari tentang keterbatasan manusia. Bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki batas, sehingga fokus berkarya terhadap satu hal itu baik. Fokus kepada beberapa bidang yang disanggupi pun itu juga baik, selama memiliki kapasitas dan kompetensi. Berkarya dengan karya terbaik kita itu merupakan wujud aktualisasi diri sebagai manusia, Indonesia bisa maju jika putra-putri bangsanya menghasilkan karya-karya terbaiknya. Bisa berupa prestasi olahraga, prestasi kecerdasan, inovasi pertanian, inovasi games edukasi, dan masih banyak lagi peluang karya yang perlu kita persembahkan untuk Tuhan, Bangsa, serta Negara. Kreativitas menyelesaikan persoalan yang ada di dalam masyarakat juga adalah bagian dari karya terbaik, seperti inovasi pemilahan sampah yang sudah mulai diberlakukan di kota besar di Indonesia. Pengelolaan sampah dengan dipilah terlebih dahulu akan memudahkan kita semua, dimulai dari sampah diri sendiri serta rumah tangga, meskipun begitu pemerintah juga perlu aktif selain memberikan edukasi juga menyiapkan sarana prasarananya. Indonesia bisa maju dengan kolaborasi masyarakatnya, dari kalangan elite, pemerintah, pemodal, serta rakyat biasa.