JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Maraknya penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadikan Generasi Z lebih sering tampil di hadapan publik, baik melalui video, live streaming, maupun diskusi daring. Namun, keberanian tampil di layar belum tentu diiringi dengan kemampuan komunikasi yang matang. Public speaking berperan penting dalam membantu Gen Z menyampaikan pesan secara jelas, percaya diri, dan bertanggung jawab. Menurut mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Arya Daffa Taufiqul Khakim, berani berbicara didepan banyak orang merupakan hal yang sangat luar biasa, apalagi pada zaman digital, semua orang harus berani berbicara di depan public. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kemampuan public speaking menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan pengaruh, termasuk di media sosial. Sementara itu, menurut ahli komunikasi pendidikan, Deddy Mulyana, keterampilan berbicara di depan umum perlu dilatih sejak dini karena berkaitan erat dengan pembentukan karakter. Dalam salah satu karyanya, ia menyebutkan bahwa public speaking dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan sosial seseorang. Hal ini relevan dengan kondisi Generasi Z yang kerap terlibat dalam diskusi publik dan isu-isu sosial melalui platform digital. Di dunia pendidikan dan kerja, public speaking juga menjadi kompetensi penting. Kemampuan presentasi, berargumentasi, dan menyampaikan ide secara logis menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan. Bahkan bagi konten kreator, kemampuan berbicara yang baik dapat meningkatkan kualitas konten serta memperluas jangkauan audiens secara positif. Public speaking merupakan bekal penting bagi Generasi Z di era media sosial. Keterampilan ini tidak hanya membantu dalam menyampaikan ide dan pendapat secara efektif, tetapi juga berperan dalam membangun karakter, kepercayaan diri, dan tanggung jawab komunikasi di ruang publik. Dengan dukungan pendidikan dan pelatihan yang tepat, Generasi Z diharapkan mampu menjadi komunikator yang cerdas, kritis, dan beretika di tengah arus informasi digital yang semakin deras. * Artikel ini disusun oleh Arya Daffa Taufiqul Khakim dengan NIM 1152400058 pada mata kuliah Komunikasi Organisasi kelas D sebagai bentuk pemenuhan tugas yang diberikan oleh Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., selaku dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Organisasi.