JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tren wisata hemat di kalangan mahasiswa terus berkembang sepanjang 2026 seiring meningkatnya minat perjalanan berbiaya rendah yang tetap menawarkan pengalaman menarik. Mahasiswa kini lebih selektif memilih destinasi wisata dengan mempertimbangkan biaya transportasi, penginapan, konsumsi, hingga potensi konten media sosial. Perubahan pola wisata tersebut terlihat dari meningkatnya kunjungan ke destinasi lokal seperti pantai, pegunungan, air terjun, hingga kawasan wisata alam yang belum terlalu ramai. Selain menawarkan harga yang lebih terjangkau, lokasi tersebut juga dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih tenang dan dekat dengan alam. Konsep perjalanan hemat menjadi pilihan utama mahasiswa di tengah kebutuhan mengatur pengeluaran selama masa kuliah. Banyak mahasiswa mulai memanfaatkan sistem sharing cost atau berbagi biaya perjalanan bersama teman untuk menekan pengeluaran transportasi dan akomodasi. Selain itu, penggunaan transportasi umum dan penginapan murah seperti homestay turut mendukung tren wisata hemat. Beberapa mahasiswa juga memilih melakukan perjalanan singkat pada akhir pekan agar biaya perjalanan tetap terkendali tanpa mengganggu aktivitas perkuliahan. Media sosial turut berperan besar dalam perkembangan wisata murah di kalangan anak muda. Banyak destinasi lokal menjadi viral karena menawarkan pemandangan menarik yang dinilai cocok untuk kebutuhan dokumentasi digital. Kondisi tersebut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan muda ke sejumlah daerah yang sebelumnya belum terlalu dikenal luas. Pelaku usaha wisata lokal dinilai mendapatkan dampak positif dari tren tersebut. Kehadiran wisatawan mahasiswa membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata, mulai dari pedagang makanan, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola penginapan sederhana. Sejumlah kawasan wisata lokal kini mulai menyesuaikan layanan dengan kebutuhan wisatawan muda. Beberapa pengelola menyediakan area swafoto, tempat berkemah murah, hingga paket wisata kelompok yang lebih terjangkau bagi mahasiswa dan pelajar. Meski demikian, wisatawan tetap diingatkan untuk menjaga etika selama melakukan perjalanan. Kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penghormatan terhadap budaya lokal dinilai penting agar aktivitas wisata tidak merugikan masyarakat sekitar. Pengamat pariwisata menilai tren wisata hemat berpotensi berkembang lebih besar karena didukung perubahan gaya hidup generasi muda yang lebih mengutamakan pengalaman dibanding kemewahan perjalanan. Selain itu, kemudahan akses informasi digital membuat mahasiswa lebih mudah menemukan destinasi murah yang sesuai dengan anggaran. Di sisi lain, tren wisata murah juga membuka peluang bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif daerah. Banyak pelaku usaha kecil mulai memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan destinasi wisata, kuliner lokal, hingga jasa penginapan sederhana kepada wisatawan muda. Dengan perencanaan perjalanan yang tepat, wisata hemat dinilai tetap mampu memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Tren tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan pola konsumsi wisata generasi muda yang semakin adaptif terhadap kondisi ekonomi.