JAKARTA, NETRALNEWS.COM—Banyak pemilik motor masih bingung kapan waktu yang pas buat ganti oli. Padahal, oli yang telat diganti bisa bikin mesin cepat rusak dan performa motor menurun. Biasanya, patokan ganti oli motor bukan cuma soal jarak tempuh, tapi juga kondisi pemakaian sehari-hari. Ada beberapa cara gampang buat tahu kapan waktu yang tepat. Cara Cek Waktu Ganti Oli Motor Opsi pertama, cek jarak tempuh di odometer. Umumnya oli motor perlu diganti tiap 2.000-4.000 km, tergantung jenis oli yang dipakai, mineral atau sintetik. Kalau pakai oli mineral, biasanya harus diganti lebih sering, sekitar 2.000 km sekali. Sementara oli semi sintetik atau full sintetik bisa tahan sampai 4.000-5.000 km. Pilihan lain, perhatikan waktu pemakaian. Meski jarang dipakai, oli tetap disarankan diganti tiap 3 bulan sekali karena kualitasnya menurun walau motor jarang jalan. Tanda Oli Motor Harus Segera Diganti Selain patokan jarak dan waktu, ada tanda-tanda fisik yang bisa dicek. Warna oli yang berubah jadi hitam pekat dan encer jadi indikasi oli sudah waktunya diganti. Mesin yang terasa lebih kasar atau suara mesin jadi lebih berisik dari biasanya juga bisa jadi tanda oli sudah ga optimal lagi melumasi komponen mesin. Cara paling gampang, biasanya bengkel resmi udah kasih stiker pengingat di area setang tiap servis. Jadi tinggal cek aja tanggal atau kilometer yang tertera di stiker itu.