SEMARANG - Kementerian Agama (Kemenag) menyebut sebanyak 2.242 peserta akan ambil bagian dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah. Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan MTQ dapat menjadi sarana untuk mengembangkan talenta di bidang keagamaan sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia. “Kita melihat bahwa MTQ dengan segala cabang lombanya dapat menjadi salah satu talenta yang perlu terus didorong, sehingga menjadi modal kapital sosial kita dalam konteks diplomasi keagamaan,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa. MTQ Nasional ke-31 dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 20 September 2026. Kompetisi tersebut mempertandingkan delapan cabang, yakni Seni Baca Al Quran dengan 329 peserta, Qiraat Al Quran sebanyak 184 peserta, Hafalan Al Quran 331 peserta, Tafsir Al-Quran 130 peserta, Fahmil Quran 196 peserta, Syarhil Quran 202 peserta, Seni Kaligrafi Al Quran 315 peserta, serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al Quran atau KTIQ sebanyak 64 peserta. Abu Rokhmad menilai penyelenggaraan MTQ memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mempertemukan peserta dalam sebuah perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan talenta keagamaan yang dapat memberikan kontribusi bagi diplomasi Indonesia di tingkat global. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ secara berjenjang selama bertahun-tahun telah melahirkan berbagai talenta dalam bidang keagamaan. Potensi tersebut, menurut dia, perlu dikembangkan secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi modal kapital sosial Indonesia, khususnya dalam diplomasi keagamaan. “Kita bisa menjadikan hasil-hasil MTQ ini sebagai salah satu talenta yang dapat kita sebarluaskan dan diseminasikan kepada masyarakat di seluruh dunia,” katanya. Ia berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) terus menghadirkan inovasi dan melakukan pengembangan sehingga prestasi yang dihasilkan melalui MTQ dapat semakin dikenal di kancah internasional. Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis Muhammad Hanafi mengatakan tahapan pendaftaran hingga verifikasi peserta dilakukan secara bertahap melalui sistem e-MTQ. Proses pendaftaran berlangsung pada 10–31 Juli 2026 dan melibatkan seluruh kafilah dari tingkat provinsi. Pemeriksaan data dilakukan terhadap seluruh persyaratan administratif berdasarkan petunjuk teknis. Selain itu, informasi kependudukan para peserta dicocokkan secara elektronik dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Muchlis menjelaskan pencocokan tersebut bertujuan memastikan keabsahan data peserta sekaligus mencegah adanya pelanggaran yang berkaitan dengan identitas maupun domisili. Menurutnya, ukuran keberhasilan MTQ tidak hanya terletak pada kemeriahan acara pembukaan ataupun kelancaran seluruh perlombaan. Lebih dari itu, MTQ diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran dan mendorong penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan. “Keberhasilan MTQ ini tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan dan kelancaran perlombaannya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kemampuan kita memperluas kecintaan masyarakat kepada Al Quran, dan juga upaya kita menghadirkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan,” kata dia. Muchlis turut menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah, seluruh LPTQ provinsi, panitia pusat dan daerah, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026.