BANJARNEGARA, NETRALNEWS.COM - Dalam kurun waktu delapan bulan kepemimpinan, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana berhasil menunjukkan komitmen kuatnya terhadap pembangunan daerah. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, ia mampu menuntaskan 16 proyek fisik penting yang berdampak langsung bagi masyarakat. Penyelesaian belasan proyek ini menjadi bukti nyata arah kepemimpinan yang fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah proyek strategis yang rampung mencakup perbaikan jembatan, peningkatan jalan, hingga rehabilitasi sarana publik di berbagai kecamatan. Bupati Amalia menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi Banjarnegara yang maju dan sejahtera. “Kami ingin hasil pembangunan ini bisa langsung dinikmati masyarakat,” ujarnya. Beberapa proyek besar yang telah diselesaikan di antaranya pembangunan jembatan Kali Jawar di ruas Majasari–Babadan Kecamatan Pagentan senilai Rp.1.162.667.000,- yang kini rampung 100 persen, serta peningkatan ruas jalan Karangkobar–Suwidak senilai Rp. 673.419.725,- yang juga sudah tuntas. Berikut Rincian Pembangunan Fisik Kabupaten Banjarnegara Kegiatan Jembatan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara di bawah kepemimpinan Bupati dr. Amalia Desiana terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan rehabilitasi sejumlah jembatan, antara lain: Pembangunan penggantian Jembatan Kali Jawar ruas jalan Majasari–Babadan, Kecamatan Pagentan senilai Rp1.162.667.000,- Rehabilitasi Jembatan Kalibombong ruas Gripit–Kalibening senilai Rp199.800.000,- Rehabilitasi Jembatan Kalimrawu ruas jalan Bulukuning–Kubang (progres 84%) senilai Rp2.363.331.000,- Rehabilitasi Jembatan ruas jalan Karangtengah–Wangon senilai Rp214.800.000,- Rehabilitasi Jembatan ruas jalan Petir–Krinjing senilai Rp214.800.000,- Kegiatan Jalan Berbagai kegiatan peningkatan dan pemeliharaan jalan juga telah tuntas 100 persen, di antaranya: Peningkatan jalan ruas Karangkobar–Suwidak senilai Rp673.419.725,- Peningkatan jalan ruas Kalibening–Gununglangit senilai Rp444.625.000,- Peningkatan ruas jalan Purwanegara–Kincang senilai Rp444.625.000,- Pemeliharaan berkala jalan ruas Lingkar Utara Batur senilai Rp549.200.000,- Pemeliharaan jalan ruas Situwangi–Pingit, Kecamatan Rakit, senilai Rp973.800.000,- Peningkatan jalan ruas Kalilunjar–Karekan senilai Rp399.625.000,- Peningkatan jalan ruas Pesangkalan–Pagedongan senilai Rp379.750.000,- Pemeliharaan jalan ruas Gribig–Pringamba senilai Rp973.800.000,- Kegiatan Fisik Lainnya Selain proyek jalan dan jembatan, sejumlah pekerjaan fisik pendukung juga telah diselesaikan, di antaranya: Pembangunan drainase ruas jalan Cendana–Klapa Sawit, Kecamatan Banjarnegara, senilai Rp199.650.000,- Pembangunan talud pengaman jalan ruas Banjarmangu–Rakit senilai Rp124.650.000,- Pembangunan bronjong jembatan ruas Bulukuning–Kubang senilai Rp379.600.000,- Proyek yang Masih Dalam Tahap Pengerjaan (Progres 80–95%) Beberapa proyek lainnya kini masih dalam tahap penyelesaian dengan progres antara 80 hingga 95 persen, di antaranya: Peningkatan jalan ruas Mlaya–Getas di Angkrukranis (progres 90%) senilai Rp2.502.613.830,- Peningkatan jalan ruas Lawen–Pasegeran (progres 90%) senilai Rp370.425.000,- Rehabilitasi jembatan ruas Kertosari–Rawapakis (progres 97%) senilai Rp214.950.000,- Pembangunan talud jalan ruas Karangkobar–Batur (progres 95%) senilai Rp729.600.000,- Pembangunan talud jalan ruas Semarang–Karangtengah (progres 91%) senilai Rp214.800.000,- Pembangunan bronjong ruas jalan Plorengan–Simega (progres 90%) senilai Rp214.600.000,- Rehabilitasi jembatan Kalibojong ruas jalan Kalilunjar–Karekan (progres 87%) senilai Rp214.800.000,- Dalam jumpa pers di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara, Sabtu (18/10/2025), Amalia menegaskan arah pembangunan dilakukan secara objektif dan berbasis kebutuhan masyarakat. “Saya menentukan titik pembangunan bukan berdasarkan suara pemenang atau suara terbanyak, tapi berdasarkan data yang masuk dan tingkat kerusakan. Tahun ini kami selesaikan yang paling parah, tahun depan bertahap diselesaikan,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membuka peluang baru dalam menurunkan angka pengangguran di Banjarnegara. Sementara itu, melalui sambungan telepon kepada netralnews.com Novan Anggara, warga Desa Kincang, Kecamatan Rakit, yang wilayahnya baru saja menikmati jalan baru, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah. “Alhamdulillah, respon pemerintah, khususnya Ibu Bupati, sangat baik. Jalan ini sudah lama rusak dan sekarang mulus kembali. Akses ke Purwanegara jadi lancar. Terima kasih,” ujarnya. Selesainya 16 proyek fisik dalam delapan bulan menjadi bukti nyata komitmen Bupati Amalia dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Banjarnegara. Program ini diharapkan memperlancar mobilitas warga, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan membuka peluang usaha baru di berbagai wilayah.