JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan, di Pulau Kalimantan, banjir melanda Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, pada Jumat, (9/1/2026), sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam durasi cukup lama, disertai luapan sungai di sejumlah wilayah. "Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ke permukiman warga dan merendam rumah-rumah penduduk di berbagai kecamatan, terutama yang berada di sekitar daerah aliran sungai," katanya, Minggu (11/1/2026). Bencana banjir ini berdampak luas, mencakup delapan kecamatan dengan total 23 desa terdampak, antara lain Kecamatan Banyuke Hulu, Air Besar, Jelimpo, Menyuke, Mempawah Hulu, Kuala Behe, Menjalin, dan Meranti. Ketinggian muka air (TMA) pada awal kejadian dilaporkan mencapai sekitar 100 cm, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan akses antarwilayah sempat terhambat di beberapa titik. Berdasarkan data sementara yang masih terus dilakukan pendataan, banjir tersebut berdampak pada sekitar 2.282 kepala keluarga. Jumlah warga terdampak tersebar di sejumlah desa, dengan konsentrasi cukup besar di Kecamatan Mempawah Hulu dan Kecamatan Air Besar. "Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun ribuan warga harus menghadapi genangan air yang merendam rumah serta lingkungan sekitar," katanya. "Selain berdampak pada masyarakat, banjir juga menyebabkan kerugian materiil berupa 2.282 unit rumah yang terdampak, dengan tingkat genangan yang bervariasi," tambah dia. Sejumlah desa mengalami dampak cukup signifikan, terutama desa-desa yang berada di dataran rendah dan sepanjang aliran sungai. Pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan untuk memperoleh data yang lebih akurat. Dalam penanganan bencana, BPBD Kabupaten Landak berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pendataan dan penanganan darurat. Pemerintah Daerah telah menetapkan status Siaga Darurat sebagai langkah antisipasi dan percepatan penanganan. Selain itu, BPBD Kabupaten Landak juga menyiapkan bantuan logistik untuk disalurkan kepada warga terdampak banjir. Berdasarkan kondisi mutakhir pada Sabtu, (10/1/2026), situasi banjir menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Di Desa Serimbu, ketinggian air dilaporkan masih mengalami kenaikan dan sarana air bersih di Dusun Serimbu Seberang terputus. Sementara itu, di Pasar Menjalin, air sungai masih bertahan namun belum memasuki permukiman. Di sisi lain, beberapa wilayah telah mulai surut, antara lain Desa Tunang dan Desa Mentonyek di Kecamatan Mempawah Hulu, sejumlah dusun di Kecamatan Air Besar, wilayah Kecamatan Banyuke Hulu, serta Desa Darit di Kecamatan Menjalin. "Akses jalan dari arah Sompak menuju Pontianak dilaporkan sudah dapat dilalui kembali, meskipun petugas tetap siaga untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan," katanya.