NGADIREJO — Semangat pengabdian tim Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) di Desa Ngadirejo tidak hanya terfokus pada program kerja (proker) utama saja. Sebagai bentuk dedikasi dan adaptasi lingkungan, kelompok mahasiswa ini turut menginisiasi program tambahan berupa piket harian di Kantor Desa Ngadirejo yang telah berlangsung sejak 22 Juni hingga 8 Juli 2026 silam. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat membaur langsung dengan rutinitas pemerintahan desa. Agar jadwal tetap efisien dan proker lain tidak terbengkalai, 15 anggota tim UM BBM dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap harinya, diterjunkan tiga orang mahasiswa secara bergilir untuk 'ngantor' dan membantu berbagai urusan di balai desa. Selama pelaksanaan piket, ruang lingkup tugas para mahasiswa cukup beragam dan menyentuh aspek fundamental desa. Tugas tersebut mencakup menjaga kebersihan lingkungan desa, hingga turun tangan membantu perangkat desa merampungkan tugas-tugas administratif krusial. Beberapa tugas pendataan yang dikerjakan meliputi pembaruan data kependudukan desa, serta melakukan rekapitulasi data pinjaman lahan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kepada para petani setempat. Dalam menjalankan seluruh rangkaian kegiatan tersebut, para mahasiswa selalu didampingi dan diarahkan secara langsung oleh perangkat Desa Ngadirejo. Pendampingan ini memastikan bahwa setiap proses administrasi maupun pekerjaan yang diselesaikan tetap akurat, aman, dan sesuai dengan standar tata kelola desa. Kehadiran tim piket UM BBM ini tidak hanya sekadar membantu meringankan beban kerja harian perangkat desa, melainkan juga menjadi wadah pembelajaran berharga bagi para mahasiswa. Lewat meja kantor desa, mereka dapat memahami dan mempraktikkan langsung bagaimana roda birokrasi, kearsipan, serta pelayanan publik di tingkat desa dioperasikan setiap harinya.