JAKARTA, NETRALNEWS - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia akan mengerahkan dua helikopter pembom air untuk membantu memadamkan kebakaran hutan yang meluas di medan terjal kawasan Taman Nasional Gunung Bromo, Jawa Timur, demikian dikonfirmasi oleh pejabat pada Rabu. "Sementara ini, kami akan mendukung operasi tersebut dengan dua unit (helikopter)," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Malang, seraya menjelaskan bahwa tim pemadam di darat saat ini menghadapi kendala akibat kondisi medan yang curam. Kebakaran mulai terjadi pada Senin sekitar pukul 17.00 waktu setempat di kawasan Bantengan, Kabupaten Lumajang, sebelum meluas ke kawasan Watu Gede di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat sekitar. Pengalaman kebakaran Bromo pada 2023 menunjukkan bahwa kebakaran vegetasi savana dapat menyebabkan penutupan sementara kawasan wisata hingga kondisi dinyatakan aman seperti diberitakan detik.com Tim gabungan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah berupaya menangani kebakaran tersebut, namun medan yang sulit membuat mereka membutuhkan dukungan pemadaman dari udara. BNPB menargetkan operasi pemadaman melalui udara dapat dimulai pada Kamis menggunakan helikopter jenis Mi atau Sikorsky, tergantung ketersediaan armada. Saat ini, sumber daya pemadaman udara BNPB sedang dikerahkan untuk menangani kebakaran lahan gambut dan hutan di enam provinsi lainnya, termasuk Sumatera Selatan, Riau, Jambi, serta tiga provinsi di Kalimantan. "Kami akan mengevaluasi kondisi di lapangan untuk menentukan apakah dua helikopter sudah cukup atau perlu penambahan unit lain," ujar Suharyanto. Ia menambahkan bahwa penggunaan dua helikopter terbukti efektif saat menangani kebakaran serupa di Gunung Bromo pada 2023. Rencana operasi penyemaian awan dan modifikasi cuaca masih ditunda karena kondisi awan pembawa hujan yang belum mencukupi, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tim pemadam darat terus melakukan pemantauan terhadap sekat bakar di tengah kondisi cuaca kering yang melanda kawasan tersebut. Sebagai langkah pengamanan, Balai Besar TNBTS menutup sementara sejumlah jalur masuk wisata Bromo, termasuk akses Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro. Penutupan dilakukan agar proses pemadaman berjalan lebih optimal sekaligus menghindari risiko bagi pengunjung, seperti diberitakan rri.co.id