BANJARNEGARA, NETRALNEWS.COM - Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menyampaikan Bahwa kegiatan Forum Diskusi Banjarnegara merupakan wujud masyarakat Banjarnegara bersepakat bersatu membangun Banjarnegara. "Saya malam ini terharu karena masyarakat mau bersatu untuk membangun Banjarnegara. Saya berharap masukan - masukan dari bapak ibu yang hadir malam hari ini, untuk bersama sama mewujudkan Banjarnegara yang maju dan sejahtera," ungkap Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana saat memberikan sambutan kegiatan Forum Diskusi Banjarnegara, Sabtu malam (19/4/2025). Tampak hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Banjarnegara, Sekda Banjarnegara, Ketua DPRD Banjarnegara, Para Asisten Sekda , Para Staf Ahil Bupati, Kepala OPD, Komunitas, LSM,forum ormas, aktifis dan praktisi yang tergabung dalam Forum Diskusi Banjarnegara. "Saya dan wakil bupati bukan anti kritik, kami menerima dengan tangan terbuka segala masukan, kritikan yang membangun dan baik untuk kabupaten Banjarnegara. Silahkan masyarakat untuk memberi masukan kritik bisa langsung, bisa melalui kanal lapor bupati atau mbae dan guse," ujarnya di Pendapa Dipayudha Adigraha. Fokus Selesaikan Pasar dan Jembatan Dalam kesempatan ini Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana juga menyampaikan, karena keterbatasan anggaran dirinya sedang fokus untuk menyelesaikan pasar dan jembatan, sisanya prioritas jalan jalan yang memang penghubung perekonomian. Oleh karenanya Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana meminta peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi pembangunan di Banjarnegara, sehingga pembangunan sesuai dengan spesifikasi yang di inginkan oleh pemerintah. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat kata Bupati Banjarnegara sangat penting, terutama dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan sumber daya manusia. "Ayo guyub rukun, bersama - sama membangun Banjarnegara," ajak Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana. Ketua Forum Diskusi Banjarnegara Mawinggoso menyampaikan terimakasih kepada Bupati dan seluruh jajarannya atas atensinya sehingga terselenggara acara silaturahmi dan diskusi lintas elemen masyarakat. Momentum silaturahmi kata Mawinggoso diharapkan tidak sebatas halal bihalal saja, akan tetapi dapat menciptakan semangat dan partisipatif elemen masyarakat menuju Banjarnegara maju sejahtera. Mawinggoso juga menyampaikan, jika pertemuan ini sebagai kanal perwakilan Ormas, aktifis, forum, LSM komunitas di Banjarnegara dalam menyampaikan kritik, saran, usul pendapat ide gagasan kepada Bupati dan pemangku kebijakan. Perwakilan aktifis, LSM dan Forum lain menggunakan ruang penyampaian ide gagasan dengan mengedepankan kualitas dari usulan ,urgensi yang terukur dan bukan hanya kuantitas usulan yang di samapaikan. "Karena pada kesempatan ini hadir lembaga DPRD Banjarnegara. Sebagai wakil rakyat hendaknya mengawal memperjuangkan dan agar usulan dan gagasan nanti untuk di bahas bersama eksekutif," pintanya. Mawinggoso juga berharap pada bupati Banjarnegara untuk memberikan ruang secara kontinyu kepada kaum aktifis, forum dan komunitas komunitas yang merupakan sambung lidah kaum marjinal untuk terus menyumbangkan ide,gagasan untuk kemajuan Banjarnegara. Usulan Forum Diskusi Banjarnegara Dalam acara forum diskusi banjarnegara ada beberapa usulan yan disampikan oleh perwakilan elemen masyarakat diantaranya terkait di bidang pertanian. Masyarakat berharap ketersediaan pupuk yang murah dan mudah di Banjarnegara, Harga produk pertanian bisa stabil. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara hendaknya selalu mengawal terkait program ketahanan pangan didesa dan koperasi merah putih. Di bidang pendidikan, perwakilan forum meminta Pemkab Banjarnegara meninjau ulang, karena belum ada zona kawasan pendidikan, visi pendidikan belum sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Usulan di Bidang UMKM dan pendanaan, diharapkan pelaku UMKM yang menggunakan dana desa diberikan pelatihan. Sehingga UMKM di Banjarnegara bisa naik kelas. Kemudian terkait pedagang eceran di sekolah - sekolah, hendaknya mendapat perhatian pemerintah, baik itu kesehatan, produknya agar memiliki nilai lebih mereka juga perlu mendapatkan bantuan permodalan. (*)