MADURA - Potensi kekeringan di sejumlah desa mulai terasa sejak Juli 2026 penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla) mulai diterbitkan oleh pemerintah setempat dengan nomer: 100.3.3.2/230/432.013/2026. Badan pendangulan bencana daerah (BPBD) kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mulai melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah tempat diantaranya pondok pesantren masyarakat desa yang mengalami kekeringan. Penetapan status tersebut terhitung selama 162 (seratus enam puluh dua) hari sejak tanggal 22 Juni 2026 yang ditangani langsung oleh bupati Kholilurrahman Pamekasan. "BPBD Pamekasan saat ini masih mengalami persoalan krusial tentang anggaran oprasional penyaluran," kata kalaksa BPBD Ahmad Dhofir Rasidi, Kamis 6 Agustus 2026 Menurutnya, wilayah di Kecamatan Proppo, Palengaan, Pademawu, Tlanakan hingga Pegantenan masuk dalam daftar pemenuhan distribusi. "Usulan dari desa di kecamatan mana yang bersifat mendesak akan dikirim melalui armada yang tersedia," katanya Sementara itu dalam surat keputusan (SK) bupati segala biaya pelaksanaan dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2026.