BEIJING - Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok melaporkan bahwa danau bendungan (barrier lake) yang terbentuk di atas Pelabuhan Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya, pada dasarnya telah surut. Berdasarkan rekaman drone, citra panorama yang diambil pada Minggu (30/8) pagi, serta laporan tim tanggap darurat, aliran sungai di kawasan tersebut kini kembali mengalir dengan lancar. Danau bendungan alami itu sebelumnya terbentuk akibat rangkaian tanah longsor berkecepatan tinggi yang menghantam Pelabuhan Gyirong di wilayah perbatasan Tiongkok dan Nepal. Bencana tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser di kawasan pegunungan Nepal dan menyebabkan korban jiwa serta banyak orang dinyatakan hilang. Meski kondisi danau bendungan telah membaik, kementerian setempat mengingatkan masih adanya potensi bahaya dari sebuah kawah tumbukan yang berada di bagian hulu. Kawah tersebut terletak sekitar 5,6 kilometer dari lokasi danau bendungan pada ketinggian kurang lebih 3.700 meter atau sekitar 800 meter lebih tinggi dibandingkan posisi danau bendungan. Data pada Minggu pukul 11.23 waktu setempat menunjukkan luas permukaan air di kawah itu mencapai sekitar 108.000 meter persegi. Angka tersebut berkurang sekitar 19.000 meter persegi dibandingkan kondisi pada pukul 07.00 pagi. Sementara itu, volume tampungan air di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta meter kubik. Kementerian juga mencatat bahwa air masih terus mengalir keluar dari area sekitar 180 meter di hilir bendungan kawah. Selain itu, terdapat tiga genangan air dalam radius 2,5 kilometer di bagian hilir dengan total luas permukaan kurang dari 70.000 meter persegi. Menurut kementerian, kawah tumbukan dan tiga area genangan tersebut masih berpotensi menimbulkan risiko sehingga perlu dipantau secara berkelanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan kondisi di lapangan. Sebelumnya, pada Sabtu (29/8), terbentuk danau bendungan baru sekitar 2,8 kilometer di hilir danau sebelumnya akibat tanah longsor yang terjadi di wilayah Nepal. Namun, berdasarkan hasil pemantauan melalui rekaman drone dan gambar panorama, bendungan alami tersebut telah jebol diterjang aliran air dari hulu sehingga arus sungai kembali mengalir normal.