KAJANG, BULUKUMBA — Perjalanan hidup Dr. Supriandi Al-Kajani, S.Pd.I., M.Pd. menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan masa lalu bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita setinggi langit. Putra daerah asal Kajang yang masa kecilnya dihabiskan untuk menggembala sapi ini kini sukses menyandang gelar doktor, aktif sebagai dosen, sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Dai Muda Indonesia (PD IDMI) Kota Makassar. Di tengah padatnya rutinitas di panggung akademis dan dunia dakwah kota besar, ia memilih untuk tetap kembali ke tanah kelahirannya. Pada Jumat (4/9/2026), Dr. Supriandi dijadwalkan hadir di Masjid Nurul Hidayah, Dusun Batu Lohe, Desa Bontorannu, Kecamatan Kajang. Kepulangannya kali ini adalah untuk membawakan ceramah spesial dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari." Kehadirannya di kampung halaman bukan sekadar agenda safari dakwah biasa. Ia membawa misi khusus untuk menyuntikkan semangat dan motivasi bagi masyarakat lokal, terutama anak-anak muda di Kajang. Jangan malu menjadi anak kampung, jangan malu dengan pekerjaan orang tua. Sebab, masa lalu yang sederhana tidak pernah menjadi penghalang untuk memiliki masa depan yang luar biasa," tegas Dr. Supriandi. Kerja keras, ketekunan, pendidikan, dan doa terbukti mampu merombak garis hidupnya dari seorang anak gembala hingga menjadi figur terpelajar. Bagi Dr. Supriandi, puncak keberhasilan seseorang bukanlah saat ia berhasil pergi jauh meninggalkan kampung halamannya, melainkan ketika ia mampu kembali dan membawa manfaat nyata bagi tanah tempatnya pertama kali tumbuh. Kepulangannya ke Kajang menjadi pengingat penting bagi generasi muda setempat bahwa anak daerah pun punya ruang dan kesempatan yang sama untuk berdiri di panggung ilmu. Dari sudut Kajang, sebuah pesan sederhana kini kembali bergema: teruslah bermimpi setinggi langit, namun jangan pernah lupa pada tanah tempat kaki pertama kali berpijak.