KARANGANYAR, NETRALNEWS.COM — Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, terus mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di wilayah Soloraya, khususnya Kabupaten Karanganyar. Pasalnya, tingkat partisipasi masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi saat ini tercatat masih berada di angka 31%, belum melampaui target rata-rata nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Juliyatmono usai menjadi keynote speaker dalam Workshop "Penguatan Kemitraan Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Dunia Usaha" di Universitas Mitra Husada (UMH) Karanganyar, Rabu (5/8/2026). Agenda bertajuk penguatan kemitraan daerah tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemen Diktisaintek). Menurut Juliyatmono, potensi untuk mendongkrak APK perguruan tinggi di Karanganyar masih terbuka lebar. Namun, hal ini membutuhkan komitmen aktif dari institusi pendidikan untuk turun langsung bersosialisasi ke masyarakat. "Pilihan kampus di Karanganyar makin banyak dan variatif. Jika disosialisasikan secara masif, gairah masyarakat untuk kuliah tentu makin tinggi karena lokasinya dekat. Kemitraan lintas sektor ini kunci utamanya," ujar Juliyatmono. Ia mengapresiasi keunggulan UMH Karanganyar yang mencatatkan tingkat serapan kerja lulusannya hingga 99%. Keterampilan peserta didik yang terserap optimal oleh dunia kerja dinilai menjadi bukti konkret bahwa pendidikan tinggi berdampak langsung pada kesejahteraan. "Berdasarkan data BPS, kepala rumah tangga berpendidikan sarjana relatif lebih sejahtera dan mampu menghadirkan solusi dalam keluarga. Makin tinggi APK, kontribusinya bagi daerah akan sangat luar biasa," tegasnya. Lebih lanjut, mantan Bupati Karanganyar ini menegaskan mimpinya untuk menjadikan Karanganyar sebagai 'Kota Pelajar' baru yang ramah dan strategis. Selain iklim lingkungan dan budaya yang kondusif untuk belajar, hadirnya para mahasiswa dari berbagai daerah juga diyakini mampu memutar roda ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM hingga bisnis hunian sewa. "Sejak dulu saya bermimpi Karanganyar jadi Kota Pelajar. Latar lokasinya strategis, nyaman untuk tinggal, dan prospektif untuk mencetak SDM berkualitas," tandasnya. Mengapresiasi penuh dukungan Komisi X DPR RI dalam penyelenggaraan workshop strategis, Rektor UMH Dr. Dewi Wulandari memacu transformasi institusi sejak 18 Juni lalu dengan memadukan disiplin ilmu kesehatan, teknologi, bisnis, dan humaniora dalam satu kesatuan fakultas. Langkah ini secara signifikan meluaskan spektrum karier alumni yang tak lagi terbatas pada fasilitas kesehatan, melainkan menembus instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga peran kemasyarakatan. "Melalui sinergi kokoh antara akademisi, industri, dan pemerintah, UMH akan terus melesat memperkuat daya saing lulusan ke kancah global," ucap Dr. Dewi optimis. Ia menegaskan, tak berhenti di level nasional, UMH agresif mengekspansi kemitraan global lewat kerja sama strategis dengan negara-negara seperti Jerman, Australia, dan Jepang, terbukti dari keberhasilan para alumninya menembus pasar kerja Negeri Sakura hingga tiga angkatan berturut-turut.