MEDAN, NETRALNEWS.COM — Seiring meningkatnya ekspektasi penerima manfaat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hampir satu tahun, Bisukma Group terus melakukan pembenahan internal untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan semakin profesional dan bertanggung jawab. Sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola, Bisukma Group merekrut Hartaty Silaban sebagai Deputi Bidang Pengawasan SDM dan Operasional. Langkah ini diambil oleh Founder Bisukma Group, Erikson Sianipar, untuk memperkuat pengendalian dan pengawalan pelaksanaan MBG, khususnya pada aspek operasional dapur, relawan, dan distribusi. Pada hari pertama bergabung, Hartaty Silaban langsung melakukan kunjungan lapangan ke salah satu dapur MBG di bawah naungan Bisukma Group di Medan. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau secara langsung proses produksi makanan, pengelolaan dapur, hingga mekanisme distribusi dari SPPG kepada para penerima manfaat. Founder Bisukma Group, Erikson Sianipar, menegaskan bahwa penguatan pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berbenah dan berkembang. “Saat ini kami terus melakukan berbagai upaya perbaikan. Hari ini kami bersama Ibu Hartaty Silaban, yang merupakan hari perdana beliau bergabung dengan Bisukma Group. Beliau bertanggung jawab dalam penyelenggaraan operasional, khususnya mengawasi dan memastikan seluruh relawan serta pegawai di dapur-dapur yang dikelola Bisukma Group dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” ujar Erikson Sianipar. Menurut Erikson, langkah tersebut dilakukan agar seluruh dapur MBG yang dikelola Bisukma Group dapat berjalan sesuai dengan petunjuk teknis dan standar operasional yang telah ditetapkan. Sementara itu, Hartaty Silaban menegaskan bahwa kunjungan lapangan yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab pengawasan sejak hari pertama. “Hari ini saya berada di salah satu dapur Makan Bergizi Gratis yang dikelola oleh Bisukma Group. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bagian dari upaya memastikan bahwa setiap proses berjalan dengan tanggung jawab,” ujar Hartaty. Ia menambahkan bahwa Program MBG harus dipahami secara utuh, tidak hanya pada hasil akhir berupa makanan yang diterima masyarakat. “Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang makanan yang sampai ke penerima manfaat, tetapi tentang bagaimana dapur dikelola, bagaimana relawan bekerja, dan bagaimana standar dijaga setiap hari,” tambahnya. Penguatan fungsi pengawasan ini diarahkan pada satu tujuan utama, yakni memastikan Program MBG terus berbenah dan bertumbuh sebagai program strategis nasional yang berkelanjutan, berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.