NAGEKEO, NETRALNEWS.COM - Sejumlah warga yang bermukim di kawasan irigasi Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap rumah mereka yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores. Warga mengaku khawatir tidak memperoleh bantuan perumahan karena lokasi tempat tinggal mereka berada di kawasan irigasi. Padahal, rumah yang mereka tempati mengalami kerusakan dan sebagian dinilai sudah tidak aman untuk dihuni. Kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi warga yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Mereka berharap status lokasi tempat tinggal tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan dasar korban atas hunian yang aman dan layak. Salah seorang warga terdampak, Willibrodus Doi, yang tinggal di RT 11, Dusun III, Desa Marapokot, mengatakan dirinya dan warga lainnya juga merupakan korban gempa yang membutuhkan perhatian pemerintah. “Kami juga korban gempa. Kami minta kebijaksanaan pemerintah. Jangan abaikan kami yang ada di daerah persawahan ini. Rumah kami sudah tidak aman ditempati,” kata Willibrodus, Selasa (1/9/2026). Menurut dia, warga memahami apabila terdapat aturan yang mengatur pemanfaatan kawasan irigasi. Namun, dalam kondisi pascabencana, pemerintah diharapkan dapat mencari solusi agar keselamatan warga tetap menjadi prioritas. “Kalau ada aturan yang membatasi bantuan rumah di daerah irigasi, kami minta kebijaksanaan untuk bisa bantu bangun kami rumah sehat yang layak untuk daerah irigasi,” ujarnya. Warga berharap pemerintah melakukan pendataan dan verifikasi langsung terhadap kondisi rumah korban di kawasan irigasi Mbay. Dengan demikian, kondisi kerusakan dan kebutuhan masing-masing keluarga dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan. Mereka juga berharap penanganan korban tidak hanya berorientasi pada status wilayah, tetapi mempertimbangkan aspek keselamatan, kondisi sosial ekonomi, serta kebutuhan mendesak warga yang rumahnya terdampak. “Bencana ini bukan kehendak kami. Kami hanya berharap pemerintah bisa melihat kondisi kami dan memberikan solusi,” kata Willibrodus. Bagi warga, bantuan yang diharapkan bukan semata-mata pembangunan rumah baru. Mereka membutuhkan kepastian tempat tinggal yang aman sehingga dapat kembali menjalani kehidupan dan menggarap lahan pertanian sebagai sumber penghidupan keluarga. Warga pun berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat turun langsung ke kawasan irigasi Mbay untuk memastikan kondisi korban dan mencari skema penanganan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai ketentuan dan mekanisme bantuan perumahan bagi warga terdampak yang bermukim di kawasan irigasi tersebut masih membutuhkan penjelasan resmi dari pemerintah. Bagi para korban, harapan mereka sederhana: rumah yang aman, kehidupan yang kembali pulih, dan tidak ditinggalkan dalam proses pemulihan pascabencana.