JOMBANG- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, siap menampung seluruh Muktamirin yang diperkirakan berjumlah lebih dari 3.000 orang pada Muktamar Ke-35 NU mendatang. Kepastian tersebut disampaikan oleh Ketua Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), usai rapat koordinasi antara panitia pusat dan lokal serta meninjau langsung kesiapan fasilitas di Pesantren Tambakberas, Senin (3/8/2026). “Alhamdulillah, kali kedua ini kita melakukan koordinasi dengan panitia Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, persiapan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, 27 Agustus yang akan datang,” ujarnya. Sekretaris Jendral PBNU ini menjelaskan, koordinasi lintas kepanitiaan terus diintensifkan guna memastikan seluruh aspek pelaksanaan musyawarah tertinggi NU tersebut kian matang. Panitia lokal sejauh ini telah mengerahkan sumber daya manusia dan menyiapkan sarana prasarana pendukung, mulai dari lokasi pembukaan Muktamar, akomodasi peserta, lokasi sidang, kantong parkir, area stan bazar, hingga logistik Muktamar lainnya. H Saifulah Yusuf bersama Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur saat ini adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin dan Ketua Panlok Muktamar, KH Abdul Rozaq juga meninjau tempat tidur, kamar peserta muktamar serta mencoba kasur dan selimut yang dipakai oleh para peserta di komplek kamar tidur santri. “Alhamdulillah, selama kurang lebih 3 minggu terakhir ini, panitia pondok pesantren telah melakukan satu ikhtiar yang nyata, kerja keras, sehingga tidak-tidaknya per hari ini kita sudah mulai melihat bagaimana persiapan pondok pesantren untuk menerima peserta Muktamar yang rata-rata lebih dari 3.000 orang,” ungkapnya. Gus Ipul menyampaikan apresiasinya atas kesungguhan pihak pesantren dalam menyambut perhelatan besar ini. PBNU bersama PWNU Jawa Timur kini telah menyempurnakan beberapa fasilitas pendukung untuk melengkapi kesiapan pesantren. “Saya sungguh bersyukur dan bergembira ya, semuanya telah dilaksanakan dengan baik. Persiapannya hampir semua sumber daya yang dimiliki oleh pesantren dikerahkan, baik itu sumber daya manusia maupun sarana prasarana yang ada, sehingga PBNU bersama dengan PWNU Jawa Timur tinggal melengkapi beberapa kekurangan. Ini yang kita syukuri,” tuturnya. Gus Ipul menegaskan bahwa pihak panitia akan terus mengoptimalkan sisa waktu yang ada agar pelaksanaan Muktamar dapat berjalan lancar. "Sehingga dapat saya sampaikan, Pesantren Bahrul Ulum siap untuk menampung lebih dari 3.000 peserta tersebut. Untuk itu, dalam waktu yang tersisa ini, kita akan terus maksimalkan persiapannya, ya. Kita akan maksimalkan," tegasnya. Di samping tentang kesiapan teknis, PBNU saat ini tengah getol melakukan pencatatan atau pendataan peserta Muktamar. Pada tahap I Daftar Peserta Sementara (DPS) tercatat sebanyak 501 struktur kepengurusan NU. Jumlah tersebut berpatokan pada pemutakhiran data organisasi per 31 Juli 2026. Adapun rincian peserta DPS Tahap I yaitu Pengurus Wilayah (PWNU) sebanyak 31, Pengurus Cabang (PCNU) 456, dan Pengurus Cabang Istimewa (PCINU) sebanyak 14. Gus Ipul menjelaskan bahwa PBNU memberikan tenggat waktu hingga 6 Agustus 2026 bagi seluruh pengurus daerah untuk mencermati dan mengajukan koreksi data jika terdapat kekeliruan. Seluruh masukan dari daerah akan dihimpun secara terpusat oleh tim verifikasi sebagai bahan validasi ulang. Selanjutnya, PBNU dijadwalkan menetapkan dan mengumumkan DPS Tahap II pada 7 Agustus 2026. "PBNU memberikan ruang kepada seluruh PWNU, PCNU, dan PCINU untuk mencermati dan menyampaikan koreksi apabila masih terdapat data yang perlu diperbaiki," ucap Gus Ipul. (***) Sumber MWCNU jombamg