JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Inovasi energi bersih di Jakarta Timur semakin mendapat perhatian setelah sejumlah instalasi biogas komunal mulai beroperasi dan dimanfaatkan warga untuk memasak tanpa LPG. Program ini tidak hanya menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memberikan solusi sanitasi yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Biogas Komunal Dikembangkan di Banyak Wilayah Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan pembangunan delapan instalasi biogas komunal yang rampung pada 2025. Saat ini, instalasi aktif sudah beroperasi di beberapa kelurahan seperti Bidara Cina, Pekayon–Pasar Rebo, dan Kampung Rambutan. Lima lokasi lain masih dalam tahap konstruksi, termasuk di Kramat Jati, Kampung Melayu, serta wilayah Bidara Cina lainnya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa biogas dari septik komunal telah memberi dampak ekonomi nyata bagi warga: "Dengan pemanfaatan biogas, warga bisa menghemat hingga Rp1,2 juta per tahun karena tidak lagi bergantung pada LPG." Dalam peresmian instalasi biogas di Pekayon, Pramono bahkan melakukan demonstrasi langsung dengan menggoreng telur menggunakan kompor berbahan bakar biogas. Demonstrasi ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut siap digunakan dan aman dipakai masyarakat. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, juga menambahkan, "Pengembangan tangki septik komunal ini bukan hanya menghadirkan energi alternatif, tetapi juga meningkatkan sanitasi dan menghilangkan praktik buang air besar sembarangan di wilayah tertentu." Manfaat Energi dan Sanitasi Sekaligus Teknologi biogas komunal memanfaatkan limbah tinja dalam biodigester tertutup untuk menghasilkan gas metana yang dapat digunakan untuk memasak dan penerangan. Selain mengurangi penggunaan LPG, sistem ini membantu mencegah pencemaran lingkungan. Wakil Wali Kota, Kusmanto, menyampaikan bahwa: "Tinja yang sebelumnya berpotensi mencemari sungai kini diolah secara terpusat, sehingga bakteri berbahaya seperti E. coli dapat ditekan secara signifikan." Dukungan Kolaboratif dari Banyak Pihak Program biogas ini juga didukung ahli biogas nasional serta lembaga keuangan seperti Bank Jakarta melalui program CSR untuk membangun instalasi biodigester di berbagai titik. Kolaborasi ini membuat pengembangan energi hijau di Jaktim berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Program biogas komunal di Jakarta Timur menjadi bukti nyata bahwa teknologi ramah lingkungan bisa diimplementasikan di permukiman padat. Dengan manfaat ekonomi, sanitasi, dan lingkungan yang signifikan, penggunaan biogas pengganti LPG diprediksi menjadi tren baru energi bersih di wilayah perkotaan. Kesimpulannya, biogas bukan hanya solusi energi murah, tetapi juga bagian dari gerakan besar menuju lingkungan sehat dan bebas polusi. Kata kunci penting seperti biogas, energi bersih, solusi tanpa LPG, dan sanitasi ramah lingkungan semakin relevan dan dicari banyak orang dalam era transisi energi saat ini.