JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT KAI Properti resmi melanjutkan proyek integrasi transportasi massal di ibu kota dengan membangun selasar pedestrian sepanjang 250 meter yang menghubungkan kawasan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Pembangunan infrastruktur konektivitas ini ditargetkan rampung dalam waktu tujuh bulan ke depan. Direkayasa untuk mempermudah mobilitas di kawasan padat aktivitas, jalur pejalan kaki ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern berupa travelator dan moving walk masing-masing sepanjang 40 meter. Kehadiran fasilitas premium tersebut diharapkan mampu memanjakan para pelaju (komuter) dengan akses yang lebih nyaman, aman, dan efisien saat berpindah moda transportasi berbasis kereta api. Tidak hanya fokus pada jalur pejalan kaki, penataan komprehensif ini juga mencakup revitalisasi tata ruang di sekitar kawasan stasiun. KAI Properti turut menyediakan area parkir khusus serta titik jemput (drop off) resmi untuk transportasi daring atau ojek online (ojol). Integrasi ini sengaja dirancang demi mengurai kemacetan sekaligus mempermudah perjalanan masyarakat, baik menuju stasiun maupun saat melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir. Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan bahwa pembangunan selasar menjadi tahap lanjutan dari rangkaian pekerjaan KAI Properti dalam mendukung integrasi kawasan Karet dan BNI City. “Selasar sepanjang kurang lebih 250 meter ini dirancang untuk membentuk konektivitas pedestrian antara kawasan eks Stasiun Karet dan Stasiun BNI City,” ujar Bramantya dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026). “Dengan dukungan travelator serta fasilitas akses lainnya, kami berharap pergerakan masyarakat menuju kawasan stasiun dapat semakin mudah, nyaman, dan tertata,” ungkapnya. Pembangunan selasar ini juga merupakan lanjutan pekerjaan integrasi yang telah dilakukan KAI Properti di Stasiun BNI City. Pada tahap sebelumnya, pekerjaan mencakup optimalisasi fasilitas akses vertikal melalui penggantian travelator menjadi eskalator dan tangga, pembangunan hall barat dan hall timur untuk mendukung sirkulasi penumpang, penerapan konsep smart station melalui pemasangan smart lamp di area peron, serta pembangunan kanopi yang terhubung dengan jalur pedestrian. Rangkaian pekerjaan tersebut membentuk pengembangan kawasan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan fasilitas di dalam area Stasiun BNI City hingga penguatan konektivitas dengan kawasan di sekitarnya. Melalui pembangunan selasar, akses pedestrian antara kawasan eks Stasiun Karet dan Stasiun BNI City nantinya akan terhubung dalam satu jalur yang dilengkapi fasilitas pendukung mobilitas. Penataan area parkir dan titik drop off juga diarahkan untuk mendukung konektivitas first mile dan last mile. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi daring untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta api melalui Stasiun BNI City. Menurut Bramantya, pengembangan akses menjadi bagian penting dalam membentuk kawasan stasiun yang semakin terintegrasi dengan pola mobilitas masyarakat perkotaan. Infrastruktur pedestrian yang terkoneksi juga memiliki peran dalam menciptakan perpindahan antar moda yang lebih praktis dan tertata. “Integrasi kawasan perlu didukung dengan akses yang mampu menghubungkan berbagai titik mobilitas masyarakat. Karena itu, pekerjaan yang kami lakukan diarahkan agar konektivitas menuju Stasiun BNI City dapat didukung oleh jalur pedestrian serta fasilitas pendukung yang memadai,” jelasnya. KAI Properti sebagai bagian dari KAI Group terus mendukung pengembangan infrastruktur perkeretaapian dan kawasan stasiun yang berorientasi pada aksesibilitas dan konektivitas. Pengembangan kawasan Karet–BNI City diharapkan dapat memperkuat keterhubungan stasiun dengan kawasan sekitarnya sekaligus mendukung pengalaman perjalanan masyarakat yang lebih nyaman dan efisien. “Ke depan, KAI Properti akan terus menjalankan perannya dalam pengembangan infrastruktur yang mendukung konektivitas transportasi berbasis kereta api. Kami berharap setiap pengembangan dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan sekaligus semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses transportasi publik,” tutup Bramantya.