KARANGANYAR, NETRALNEWS.COM — Menjelang peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Ketua Kwartir Nasional (Kakwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, memimpin langsung ziarah ke makam Presiden ke-2 RI H.M. Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di kompleks Astana Giribangun, Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026) pagi. Suasana khidmat menyelimuti kawasan pemakaman sejak rombongan tiba pukul 07.00 WIB. Ziarah ini digelar sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi mendalam atas jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi gerakan kepanduan serta perjuangan bangsa Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Budi Waseso tampak didampingi sejumlah jajaran pimpinan daerah, antara lain Ketua Kwarda Jawa Tengah Budi Prayitno, Ketua Kwarda Jawa Timur Arum Sabil, serta Ketua Kwarcab Karanganyar Kurniadi Maulato beserta jajaran pengurus. "Ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ajang refleksi untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih dari para tokoh pendahulu kita," ujar Budi Waseso secara tegas kepada wartawan usai kegiatan. Ia menuturkan, sosok Presiden Soeharto dan Ibu Tien memiliki andil serta perhatian yang amat besar dalam membesarkan Gerakan Pramuka. Salah satu peninggalan bersejarah yang paling dirasakan manfaatnya hingga hari ini adalah kawasan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Ziarah ke Astana Giribangun ini rupatan bagian dari safari ziarah nasional Gerakan Pramuka. Sebelumnya, Kwarnas telah melakukan ziarah ke makam Proklamator RI sekaligus pendiri Gerakan Pramuka Indonesia pada 14 Agustus 1961, Ir. Soekarno, di Blitar, Jawa Timur. Rangkaian agenda penziarahan selanjutnya dijadwalkan menuju kompleks pemakaman Raja-Raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta, untuk berziarah ke makam Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang dikenal secara luas sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Di tempat yang sama, Ketua Kwarda Jawa Tengah, Budi Prayitno, menambahkan bahwa tradisi ziarah ini diselenggarakan serentak oleh Kwartir Daerah di seluruh provinsi sebagai sarana edukasi karakter bangsa bagi anggota muda. Di Jawa Tengah sendiri, ziarah juga menyasar ke makam para mantan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dan Ketua Kwarda dari masa ke masa. "Gerakan Pramuka hari ini tidak lepas dari peran para pendahulu. Generasi muda harus ingat bahwa apa yang kita nikmati saat ini adalah hasil pengorbanan, gagasan, dan pemikiran tokoh-tokoh bangsa. Tugas kita adalah melanjutkan dan menyempurnakannya," tandas Budi Prayitno. Menjelang puncak Hari Pramuka ke-65 dan gelaran Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026, Gerakan Pramuka di bawah kepemimpinan Budi Waseso terus menegaskan komitmennya untuk menjadi pilar utama pencetak manusia Pancasila yang tangguh, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia.