JOMBANG - Jajaran pengurus PBNU setelah LPJ diterima dan dinyatakan demisioner, maka kekuasaan ada di tangan Muktamirin. Arah masa depan tentu juga akan putus setelah terbentuknya Tim Ahwa sesuai alur memilih Rais Am serta menunjuk Ketum PBNU yang baru. Sebelum memasuki area sidang Pleno V, Ahad malam rombongan demisioner Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menyatakan siap mencalonkan diri sebagai Ketum PBNU. Seandainya tidak terpilih,"Saya siap di tempatkan di mana pun di PBNU. Seandainya di luar PBNU, saya juga siap membantu PBNU atau siapa pun," komitmen KH Yahya Cholil Staquf. "Semua 'Ala lloh, bi idzinilah," sembari tatapan KH Yahya Cholil Staquf jauh ke depan. Ketua Panitia Muktamar 35 ,H Saifullah Yusuf juga ikut mendampingi pengurus PBNU dan yang rapat pamitan dengan sesama pengurus, saling bersalaman penuh takdzirm kepada Rois Am KH Miftachul Achyar, pengurus inti PBNU mulai lengkap KH Yahya Cholil Staquf, H Said Amin Husni, Prof Dr KH Asrori Niam Soleh, Gus Robin, Panlok, dll. “Komitmen di PBNU secukupnya, NU selawase,” pungkas H Saifullah Yusuf menutup perbincangan sambil memaparkan acara ini terbuka dan didukung lebih 100 cctv yang terpasang di tempat strategis. (***)Aji Setiawan