PANGANDARAN, 30 Agustus 2026 – Ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, saat peresmian yang dihadiri Bupati Pangandaran dan sejumlah masyarakat menjadi peristiwa yang sangat memprihatinkan sekaligus menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan proyek infrastruktur di Kabupaten Pangandaran. Peristiwa tersebut tidak dapat dipandang sebagai kejadian biasa. Infrastruktur publik yang baru selesai dibangun seharusnya telah melalui serangkaian pengujian teknis dan prosedur kelayakan yang ketat sebelum dinyatakan aman untuk digunakan masyarakat. Fakta bahwa jembatan mengalami kegagalan konstruksi pada momen peresmian menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan pembangunan proyek tersebut. Sebagai mahasiswa dan bagian dari masyarakat Pangandaran, saya menilai bahwa kejadian ini merupakan alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan aspek kualitas, keselamatan, dan akuntabilitas dalam setiap pembangunan yang menggunakan anggaran publik. Masyarakat berhak mengetahui secara terbuka apa penyebab pasti ambruknya jembatan tersebut. Apakah terdapat kesalahan perencanaan, kekurangan dalam pelaksanaan konstruksi, lemahnya pengawasan, atau faktor teknis lainnya. Transparansi informasi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses pembangunan daerah. Selain itu, pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait perlu segera melakukan audit dan investigasi independen terhadap proyek tersebut. Hasil pemeriksaan harus disampaikan kepada masyarakat secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi maupun ketidakpercayaan publik. Pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian fisik dan seremoni peresmian. Yang lebih utama adalah memastikan bahwa setiap fasilitas yang dibangun benar-benar aman, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum perbaikan tata kelola pembangunan, memperkuat sistem pengawasan proyek, serta memastikan setiap rupiah anggaran publik menghasilkan infrastruktur yang layak dan aman bagi masyarakat. Rakyat tidak membutuhkan peresmian yang megah. Rakyat membutuhkan infrastruktur yang kokoh, aman, dan dapat dipercaya.