NAGEKEO, NETRALNEWS.COM - Di tengah proses pemulihan yang belum sepenuhnya tuntas, penyintas gempa di Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mendapat bantuan. Kali ini, paket sembako dari Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, disalurkan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa Flores yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Bantuan tersebut menyasar warga RT 10 dan RT 11 Desa Marapokot. Di wilayah itu, sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu. Bantuan diserahkan langsung oleh Thomas Mega Maso, kader Partai NasDem yang juga anggota DPRD Kabupaten Nagekeo. Kedatangannya tidak hanya membawa paket sembako, tetapi juga pesan penguatan bagi warga yang masih berjuang menghadapi dampak bencana. Thomas mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Julie Laiskodat terhadap masyarakat Nagekeo yang terdampak gempa. “Bantuan yang kami berikan mungkin tidak seberapa, namun setidaknya dapat meringankan beban bapa dan mama di tengah situasi bencana ini. Bantuan ini berasal dari Ibu Julie Laiskodat. Beliau sejak awal sudah turun membantu masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Nagekeo,” kata Thomas. Gempa Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, meninggalkan kerusakan cukup luas di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo. Dampaknya tidak hanya dirasakan dari kerusakan rumah warga, tetapi juga fasilitas umum dan infrastruktur yang menopang aktivitas masyarakat. Bagi warga Desa Marapokot, persoalan pascabencana kini tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan pangan. Kerusakan rumah membuat sebagian warga membutuhkan kepastian mengenai proses rehabilitasi dan bantuan untuk membangun kembali hunian mereka. Karena itu, bantuan sembako yang diterima warga disambut dengan rasa syukur. Namun, mereka berharap perhatian terhadap kondisi penyintas tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Salah seorang warga Desa Marapokot, Willibrodus Doi, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Di sisi lain, ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. “Terima kasih banyak kepada Ibu Julie Laiskodat atas kepeduliannya terhadap kami. Kami juga meminta perhatian agar rumah-rumah kami yang rusak akibat gempa mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah,” ujar Willibrodus. Harapan tersebut menggambarkan kebutuhan warga yang kini memasuki fase pemulihan. Setelah bantuan darurat diberikan, penyintas membutuhkan langkah konkret untuk mengembalikan tempat tinggal, fasilitas publik, serta sumber penghidupan yang terdampak bencana. Besarnya dampak gempa di Desa Marapokot terlihat dari jumlah rumah yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 279 rumah terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, 113 rumah mengalami rusak berat, 77 rumah rusak sedang, dan 89 rumah rusak ringan. Angka itu menunjukkan bahwa kebutuhan pemulihan di Marapokot masih cukup besar. Bagi warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat, bantuan sembako memang menjadi penopang kebutuhan dalam jangka pendek. Namun, perbaikan dan pembangunan kembali hunian menjadi kebutuhan jangka panjang yang tidak kalah mendesak. Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari Julie Laiskodat melalui kader NasDem menjadi bagian dari solidaritas bagi warga terdampak. Namun bagi penyintas, bantuan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan percepatan penanganan pemerintah. Terutama dalam memastikan rumah-rumah yang rusak segera mendapatkan bantuan perbaikan sehingga warga dapat kembali menempati hunian yang layak dan menjalani kehidupan secara normal.