JAKARTA, NETRALNEWS.COM—Mulai 2026, sejumlah jurusan pendidikan menjadi sorotan banyak pakar. Bukan berarti ilmu tersebut sepenuhnya tidak berguna, tetapi banyak dari jurusan itu diperkirakan tidak lagi sejalan dengan kebutuhan industri global dan tren pekerjaan masa depan. Evaluasi relevansi pendidikan kini jadi topik penting. Jurusan yang Diprediksi Mulai Tidak Relevan di 2026 Administrasi Perkantoran Jurusan ini dinilai kurang sejalan dengan perkembangan keterampilan profesional yang dibutuhkan di era digital. Dengan banyaknya tugas administratif yang kini dapat dikelola oleh perangkat lunak dan sistem otomatis, lulusan jurusan ini diprediksi akan menghadapi persaingan ketat di pasar kerja.  Manajemen (umum) Bidang manajemen umum mulai mengalami oversupply dibandingkan permintaan industri. Banyak perusahaan kini lebih memprioritaskan keterampilan spesifik (misalnya data analitik, logistik digital, atau pemasaran digital) dibanding jurusan manajemen tradisional saja. Akuntansi (tingkat SMK/Vokasi) Walaupun akuntansi klasik dulu sangat diminati, pertumbuhan teknologi perangkat lunak akuntansi dan otomatisasi perangkat lunak (software accounting) membuat banyak tugas rutin akuntansi tidak lagi membutuhkan tenaga manusia. Hal ini memengaruhi relevansi jurusan akuntansi tingkat vokasi jika tidak diikuti upskilling lanjutan.  Mengapa Jurusan-Jurusan Ini Dinilai Mulai Usang? • Perubahan Pasar Kerja Perubahan cepat di dunia kerja, termasuk munculnya profesi baru yang hyper-specialized, menuntut lulusan yang punya kemampuan teknis dan skill set yang relevan, bukan sekadar pengetahuan akademik umum.  • Dominasi Teknologi & Otomatisasi Tugas-tugas rutin yang dulu dilakukan manusia kini dapat dikelola oleh AI & automation tools, sehingga jurusan yang fokus pada keterampilan manual dasar dinilai mulai tergeser.  • Tumpang Tindih Kompetensi Beberapa jurusan justru memiliki kompetensi yang serupa dengan jurusan lain yang lebih tinggi (misalnya politeknik atau S1), membuat lulusan dari jenjang vokasi merasa kurang kompetitif. Catatan untuk Calon Mahasiswa & Orang Tua Pakarnya mengingatkan bahwa tidak ada jurusan yang sepenuhnya “tidak berguna”, tetapi memilih jurusan yang adaptif terhadap perkembangan industri sangat penting: Fokus pada jurusan yang menggabungkan keterampilan teknis, kemampuan digital, dan pengalaman praktis. Pertimbangkan jurusan yang terus berinovasi mengikuti tren AI, teknologi data, serta skill ekonomi digital. Jurusan dalam sektor agrikultur, pertanian modern, dan kelautan masih dinilai relevan karena perannya dalam ketahanan pangan nasional meskipun sering kurang diminati masyarakat.