JAKARTA, NETRALNEWS.COM –Puasa sunnah Ayyamul Bidh merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa ini dilaksanakan setiap bulan Hijriyah pada tanggal 13, 14, dan 15, yang dikenal sebagai hari-hari putih karena bulan berada dalam fase purnama. Pada tahun 2026, kalender Islam yang berlaku adalah 1447 hingga 1448 Hijriyah, sehingga jadwal puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan kalender Masehi sepanjang tahun. Dengan mengetahui kalender 2026 dan jadwal puasa sunnah Ayyamul Bidh, umat Islam dapat menyusun rencana ibadah secara lebih teratur dan konsisten, tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengertian dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada pertengahan bulan Hijriyah, yaitu: Tanggal 13 Hijriyah Tanggal 14 Hijriyah Tanggal 15 Hijriyah Puasa ini dianjurkan Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis sahih. Keutamaannya sangat besar, karena berpuasa tiga hari setiap bulan dinilai setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Selain bernilai ibadah, puasa ini juga melatih kedisiplinan serta pengendalian diri. Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Awal Tahun 2026 Pada awal tahun 2026, kalender Hijriyah masih berada di tahun 1447 H. Berikut daftar puasa Ayyamul Bidh yang bertepatan dengan bulan-bulan awal tahun: Rajab 1447 H: 2–4 Januari 2026 (Jumat–Minggu) Sha’ban 1447 H: 1–3 Februari 2026 (Minggu–Selasa) Ramadan 1447 H: 2–4 Maret 2026 (Senin–Rabu) Syawal 1447 H: 1–3 April 2026 (Rabu–Jumat) Dzulqa’dah 1447 H: 30 April–2 Mei 2026 (Kamis–Sabtu) Khusus bulan Dzulhijjah 1447 H, puasa Ayyamul Bidh hanya dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Hijriyah. Hal ini karena tanggal 13 Dzulhijjah termasuk hari tasyrik yang tidak dianjurkan untuk berpuasa. Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Pertengahan hingga Akhir 2026 Memasuki pertengahan tahun, kalender Hijriyah berganti ke 1448 H. Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh hingga akhir tahun 2026: Muharram 1448 H: 28–30 Juni 2026 (Minggu–Selasa) Safar 1448 H: 28–30 Juli 2026 (Selasa–Kamis) Rabi’ul Awal 1448 H: 26–28 Agustus 2026 (Rabu–Jumat) Rabi’ul Akhir 1448 H: 24–26 September 2026 (Kamis–Sabtu) Jumadil Ula 1448 H: 24–26 Oktober 2026 (Sabtu–Senin) Jumadil Akhir 1448 H: 23–25 November 2026 (Senin–Rabu) Rajab 1448 H: 22–24 Desember 2026 (Selasa–Kamis) Jadwal tersebut dapat dijadikan panduan bulanan agar puasa sunnah tidak terlewat. Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Penetapan awal bulan Hijriyah ditentukan berdasarkan hasil rukyatul hilal. Oleh karena itu, jadwal puasa Ayyamul Bidh dapat bergeser satu hari tergantung keputusan resmi di masing-masing wilayah. Umat Islam dianjurkan untuk selalu mengikuti pengumuman dari Kementerian Agama Republik Indonesia atau otoritas keagamaan setempat agar pelaksanaan ibadah sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Menjadikan Puasa Sunnah sebagai Rutinitas Ibadah Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah yang ringan namun bernilai pahala besar. Dengan adanya kalender 2026 ini, umat Islam diharapkan dapat menjaga konsistensi ibadah sunnah sekaligus meningkatkan kualitas spiritual sepanjang tahun.